Oleh: dr. H. Milhan, SpOG, Subsp.Obginsos, MM
Warga Banua Tapin
Tapin di bawah pimpinan bupati sekarang (dan tentu bupati sebelumnya), pembangunannya semakin baik.
Seiring pergantian pimpinan pada September 2023 nanti, dengan kehadiran Penjabat Bupati yang disusul Bupati definitif pada 2024 mendatang, kita berharap pembangunan Tapin semakin maju.
Tak hanya pembangunan fisik infrastruktur dan wilayah. Tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, keagamaan, pariwisata, pertanian, pertambangan, komunikasi, bidang sosial kependudukan, dan lain-lain.
Untuk bidang kesehatan, pertama, kami usulkan sebaiknya seluruh masyarakat Tapin dapat ter-cover (masuk) asuransi kesehatan, bisa BPJS Kesehatan atau asuransi lainnya. Untuk preminya bisa secara mandiri dari masyarakat atau dibayarkan pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
Kalau masyarakat Tapin sudah masuk asuransi BPJS atau asuransi lainnya, maka masyarakat bisa mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus keluar biaya lagi. Anggaran pemda untuk membayarkan iuran premi BPJS ini tidak banyak.
Artinya kecil sekali dibandingkan jumlah APBD Tapin secara keseluruhan. Jika masyarakat Tapin ada yang sakit, tidak takut lagi berobat atau rawat inap di rumah sakit karena sudah terjamin asuransi pembiayaannya.
Untuk usulan kedua bidang kesehatan adalah program dokter dan apotek sampai desa. Selama ini di kecamatan-kecamatan masih banyak kekurangan dokter. Dokter hanya 2-3 orang di kecamatan yang jauh dari kota, artinya hanya sebagian kecil desa yang ada dokternya. Bahkan apotek hanya ada di tiga kecamatan saja.
Perekrutan dokter ke desa bisa melalui jalur penerimaan ASN ataupun kontrak. Untuk apotek ke desa dengan mendorong peran swasta atau masyarakat membuka apotek.
Dengan dokter dan apotek sampai ke desa-desa, memudahkan masyarakat pedesaan mengakses pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Usulan ketiga bidang kesehatan adalah menjadikan RSUD Datu Sanggul yang baru sebagai rumah sakit rujukan Banua Anam. Agar bisa menjadi rujukan, lengkapi dokter spesialis dan alat-alat kesehatannya. Agar dokter spesialis mau mengabdi di Tapin, tunjangan kelangkaan profesi atau TPP-nya juga mesti lebih besar daripada daerah lain.
Karena dokter spesialis masih langka, mereka rata-rata mencari tempat yang penduduknya padat dan ada rumah sakit swasta agar bisa praktek di tiga tempat (sesuai undang-undang).
Yang kedua bidang pariwisata. Pariwisata berpotensi besar menjadi andalan Tapin ke depan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Bendungan Tapin adalah potensi wisata yang sangat besar.
Saya punya pemikiran, paket wisata Tapin bisa diawali dengan ke Goa Baramban (goa yang ada airnya yang bisa disusuri dengan sampan), lanjut ke Bendungan Tapin dengan naik kereta gantung. Sehingga di atas kereta gantung bisa melihat pemandangan indah ke bawah. Saya membayangkan, di Bendungan Tapin ada tempat bermain seperti Universal Studio atau Trans Studio dengan mal yang sedang-sedang saja dengan penginapan yang lumayan bagus.
Wisata Tapin lanjut dengan susur sungai dengan perahu dan baju pelampung yang aman di daerah Sungai Rutas dan Margasari yang kanan kirinya banyak bekantan (monyet hidung panjang khas Kalsel) sebelum ziarah ke makam Datu Qabul.
Usul dibangun kebun binatang agar bisa dikunjungi setelah susur sungai dan ziarah Datu Qabul. Tak lupa ziarah ke makam-makam ulama atau datu-datu di Tapin, termasuk ke air terjun Hangui, Danau Hatiwin, dan Goa Batuhapu yang pemandangan stalagmit dan stalaktitnya begitu memukau.
Usul juga, agar di daerah Tapin dibangun gedung kesenian. Yang dapat diisi atraksi bakuntau, mamanda, bagasing, balogo, tarian dan fashion show pakaian adat.
Untuk bidang pendidikan, usul dibuka satu sekolah unggulan berasrama di ibu kota kabupaten dan satu sekolah di masing-masing kecamatan. Bisa dengan bangunan yang sudah ada dibangunkan asrama, ditambah ekstrakurikuler dan bimbingan keagamaan.
Pembiayaan gratis kepada siswa. Pembiayaan dianggarkan dari APBD dan CSR perusahaan-perusahaan di Tapin. Para gurunya diberi honor yang lumayan sehingga tambah semangat mengajar siswa-siswa unggulan ini.
Sistemnya dengan seleksi ketat dan beberapa peringkat bawah tiap tahun akan digantikan siswa-siswa lain lolos seleksi. Lomba bidang studi antar sekolah digalakkan dengan penghargaan yang layak sehingga siswa semangat untuk bersaing belajar.
Di bidang infrastruktur, perlu pembangunan jalan mulus sampai desa. Tidak ada lagi jalan rusak sehingga mendukung perekonomian masyarakat, khususnya distribusi pangan, hasil pertanian, peternakan, perikanan, sembako, dan lain-lain.
Di bidang agama, diharapkan pendidikan agama ditambah agar siswa lebih paham agamanya masing-masing. Guru-guru Taman Pendidikan Al-Qur'an/Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TPA/TKA) diberi honor yang layak dari APBD.
Materi TPA diberi tambahan fiqih, akhlak, sejarah nabi, dan nahwu sehingga anak-anak lebih memahami agamanya.
Alhamdulillah, kini di bidang pertanian, Tapin dikenal nasional melalui cabai hiyung yang pedasnya puluhan kali cabai biasa. Diharapkan ke depan, swasembada pangan bisa dicapai Tapin, bahkan menyangga pangan Kalsel.
Di bidang komunikasi dan informatika, ada beberapa desa yang belum terjangkau sinyal internet. Ke depan tidak boleh lagi ada blank hotspot.
Di bidang pertambangan, mudah-mudahan PAD makin meningkat dan dana CSR-nya juga meningkat untuk pembangunan.
Dengan hari jadi Tapin ke-57 ini, semoga Tapin semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. (*/al/fud) Editor : Arief