Kawal Atlet ! Dispora Kalsel Perkuat Sport Science, Tenaga Ahli dan Terapis

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:10 WIB
BERTUGAS DI LAPANGAN: Tenaga terapis mendampingi pemulihan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Dispora Kalimantan Selatan.
BERTUGAS DI LAPANGAN: Tenaga terapis mendampingi pemulihan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Dispora Kalimantan Selatan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pembinaan atlet Kalimantan Selatan tak lagi hanya mengandalkan program latihan. Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) mulai memperkuat pendampingan atlet dengan melibatkan tenaga ahli, termasuk terapis dan konsultan olahraga.

Dukungan tersebut diberikan dalam kegiatan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) maupun saat atlet menghadapi berbagai kejuaraan.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Zulhaidir, mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan 20 terapis untuk mendukung kebutuhan atlet.

“Untuk saat ini kami memfasilitasi tenaga ahli yang mensupport kegiatan pemusatan latihan daerah atau pendampingan. Ada 20 terapis, kemudian ada strength and conditioning konsultan dari PPFI, serta beberapa pelatih nasional yang mendampingi sejumlah cabang olahraga,” ujar Zulhaidir saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).

Pemulihan Atlet Jadi Perhatian

Menurut Zulhaidir, keberadaan tenaga ahli menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi atlet, terutama ketika menjalani latihan dengan intensitas tinggi dan menghadapi pertandingan.

Terapis berperan membantu proses pemulihan setelah atlet berlatih maupun bertanding. Sementara itu, konsultan olahraga memberikan pendampingan kepada pelatih daerah agar program latihan dapat disusun dan dijalankan secara lebih terukur.

Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan ketika atlet turun bertanding. Para tenaga ahli juga terlibat sejak atlet menjalani latihan di daerah.

Program ini, kata Zulhaidir, telah berjalan sekitar empat tahun.

“Di setiap kegiatan kejuaraan nasional, mereka melakukan pendampingan baik saat atlet latihan maupun pertandingan. Bagaimana atlet saat bertanding dan setelah bertanding bisa kembali bugar dengan dilakukan terapi,” katanya.

Dari Dua Terapis Kini Menjadi 20

Jumlah tenaga terapis yang disiapkan Dispora Kalsel saat ini meningkat cukup signifikan dibandingkan awal program.

Jika sebelumnya hanya tersedia dua terapis, kini jumlahnya mencapai 20 orang.

Dalam pelaksanaannya, setiap kejuaraan single-event umumnya didampingi satu hingga dua terapis. Sementara pada multi-event, seluruh terapis dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan pendampingan atlet.

Zulhaidir mengatakan pendampingan tersebut mulai memberikan dampak terhadap kemampuan atlet menjaga kebugaran selama menjalani kompetisi.

“Dalam perolehan medali yang kita raih selama ini, baik multi-event maupun single-event, itu kelihatan,” ujarnya.

Bidik Psikolog, Fisioterapis hingga Dokter Olahraga

Meski jumlah terapis terus bertambah, Dispora Kalsel masih melihat adanya kebutuhan tenaga profesional lain untuk melengkapi sistem pendampingan atlet.

Ke depan, Dispora menargetkan keterlibatan psikolog olahraga, fisioterapis, hingga dokter olahraga.

“Kita berharap ke depan sport science ini bisa dilengkapi dengan psikolog olahraga, fisioterapi, dan juga dokter,” jelasnya.

Kebutuhan tersebut dinilai cukup besar karena terdapat 21 cabang olahraga dalam program Pelatda yang membutuhkan dukungan tenaga profesional secara berkelanjutan.

Zulhaidir menyebut, idealnya diperlukan sedikitnya dua hingga empat dokter dan enam hingga 10 psikolog olahraga untuk menunjang kebutuhan seluruh cabang olahraga tersebut.

Terkendala Efisiensi Anggaran

Namun, pemenuhan seluruh kebutuhan tenaga profesional tersebut masih harus disesuaikan dengan kondisi anggaran.

Zulhaidir mengatakan pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan tenaga ahli yang tersedia sembari membuka peluang penambahan personel apabila anggaran memungkinkan.

“Harapannya memang ada tambahan, tetapi dengan efisiensi anggaran kita memaklumi. Paling tidak kita optimalkan yang ada dulu. Kita berharap ada tambahan psikolog olahraga dan dokter ke depan kalau anggaran mencukupi,” pungkasnya.

Penguatan tenaga pendamping menjadi bagian dari upaya Dispora Kalsel membangun pembinaan olahraga yang lebih menyeluruh. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada performa saat pertandingan, tetapi juga kondisi atlet selama latihan hingga proses pemulihan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Dispora Kalsel terapis atlet