Kalsel Bidik Tuan Rumah Pra-PON Basket 2027, Perbasi Siapkan Lapangan Berstandar FIBA sebagai Modal Utama

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Ketua Perbasi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin (Bang Dhin), memimpin rapat pengurus Perbasi Kalsel di Gedung Batas Kota, Kabupaten Banjar, Rabu (5/8/2026), yang membahas pengajuan Kalsel sebagai tuan rumah Pra-PON Basket 2027. (M Idris Jian Sidik)
Ketua Perbasi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin (Bang Dhin), memimpin rapat pengurus Perbasi Kalsel di Gedung Batas Kota, Kabupaten Banjar, Rabu (5/8/2026), yang membahas pengajuan Kalsel sebagai tuan rumah Pra-PON Basket 2027. (M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ambisi besar Perbasi Kalimantan Selatan di bawah komando Bang Dhin terus mengalir deras. Belum lama dilantik, kepengurusan baru Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan sudah mengincar sebuah proyek besar: menjadi tuan rumah babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) Basket 2027.

Keinginan tersebut mengemuka dan menjadi salah satu agenda utama dalam rapat pengurus yang digelar di Gedung Batas Kota, Kabupaten Banjar, Rabu (5/8/2026). Selain membahas pengajuan tuan rumah, rapat juga menyentuh dua agenda penting lainnya: persiapan pelantikan dan pengukuhan pengurus Perbasi Kalsel secara resmi, serta penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menyusun program kerja kepengurusan.

Ketua Perbasi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin atau Bang Dhin, menjelaskan bahwa gagasan mengajukan diri sebagai tuan rumah bermula dari diskusi intensif bersama Koordinator Wilayah Perbasi. Saat ide itu disampaikan ke dalam forum pengurus, responnya bulat.

"Dari situlah muncul ide untuk menawarkan Kalsel sebagai tuan rumah. Setelah saya sampaikan kepada pengurus, ternyata semuanya menyambut positif dan menyatakan siap," ujar Bang Dhin.

Jika pengajuan ini dikabulkan, Kalimantan Selatan akan menjadi arena bertanding bagi enam provinsi yang tergabung dalam wilayah Kalimantan dan Bali. Sebuah tanggung jawab besar, namun juga peluang emas yang tidak ingin disia-siakan Bang Dhin.

Salah satu kebutuhan paling mendasar yang disoroti adalah penyediaan lapangan portable berstandar FIBA. Bagi Bang Dhin, ini bukan sekadar kebutuhan sesaat untuk Pra-PON — ini adalah investasi jangka panjang yang bisa mengubah wajah basket Kalimantan Selatan dalam beberapa dekade ke depan.

"Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk Pra-PON, tetapi juga dapat dimanfaatkan hingga puluhan tahun dan membuka peluang Kalsel menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional, termasuk kompetisi level Indonesian Basketball League (IBL)," terang Bang Dhin.

Ia menegaskan bahwa usulan menjadi tuan rumah sudah disampaikan secara resmi, baik tertulis maupun lisan, kepada DPP Perbasi. Meski Bali turut mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah, Bang Dhin optimistis Kalimantan Selatan mampu bersaing dan siap memberikan pelayanan terbaik.

"Kami ingin seluruh tim yang datang ke Kalsel merasa nyaman dan senang selama mengikuti pertandingan," ucapnya.

Di luar agenda Pra-PON, Perbasi Kalsel juga memastikan program Goes to School — yang sudah diluncurkan sebelumnya — akan terus digalakkan secara masif ke seluruh penjuru Kalimantan Selatan.

Sekolah-sekolah yang sudah memiliki ekstrakurikuler bola basket akan menjadi sasaran utama kunjungan, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan atlet usia dini di Banua.

Dengan dua agenda besar yang berjalan secara paralel — mengejar status tuan rumah Pra-PON sekaligus membangun fondasi basket dari sekolah — Perbasi Kalimantan Selatan di bawah Bang Dhin sedang bergerak cepat dan penuh perhitungan menuju basket Banua yang lebih besar dan berdampak.

Editor : Arif Subekti
perbasi kalimantan selatan mengajukan diri sebagai tuan rumah kualisifikasi pra-pon rapat pengurus