RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Persaingan di Nusantara Futsal League (NFL) Kalimantan Selatan 2026 semakin sengit. Tujuh tim terbaik Banua saling berebut tiket Final Four dalam kompetisi yang berlangsung di Borneo Indoor Futsal, Banjarmasin, sejak 21 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Berdasarkan klasemen sementara per 23 Juli 2026, HM Academy Barito Kuala tampil sebagai pemuncak dengan raihan enam poin sempurna dari dua pertandingan.
Tim tersebut mencatatkan performa impresif dengan mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali, sekaligus memiliki selisih gol terbaik, yakni +8.
Posisi kedua ditempati Garuda FC Kotabaru yang juga mengoleksi enam poin. Namun, mereka kalah selisih gol (+5) setelah memainkan tiga pertandingan.
Sementara itu, 77 FC Banjar berada di peringkat ketiga dengan lima poin hasil satu kemenangan dan dua kali imbang. Posisi keempat ditempati Heluvi FC Banjarmasin yang mengumpulkan empat poin dari dua laga.
Keempat tim tersebut untuk sementara berada di zona Final Four. Namun, persaingan masih terbuka karena putaran pertama belum berakhir.
Di luar empat besar, Munthe FC Kotabaru berada di posisi kelima dengan tiga poin. BSJ Tanah Bumbu menyusul di peringkat keenam dengan satu poin, sedangkan Putera Banua Banjarmasin masih menjadi juru kunci tanpa poin dari tiga pertandingan.
Tak hanya sektor putra, persaingan juga berlangsung di kategori putri. Queensha FC Kotabaru dan Assalam Fata Banjarbaru akan bersaing memperebutkan tiket ke putaran nasional.
Ketua Pelaksana sekaligus Exco Bidang Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalsel, Pahrudin, menjelaskan babak penyisihan menggunakan format half competition. Empat tim dengan poin terbanyak akan melaju ke Final Four yang juga memakai format serupa.
“Setiap pertandingan sangat menentukan. Tidak ada ruang untuk lengah karena hanya empat tim terbaik yang berhak lolos ke Final Four,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Kompetisi ini juga mengedepankan pembinaan pemain muda melalui regulasi yang mewajibkan setiap tim mendaftarkan minimal delapan pemain U-22 dan enam pemain U-19.
Sementara itu, pemain senior dibatasi maksimal dua orang dalam satu tim dan hanya satu pemain senior yang boleh berada di lapangan secara bersamaan.
“Regulasi ini dibuat agar pembinaan pemain muda tetap menjadi prioritas, namun pengalaman pemain senior tetap bisa dimanfaatkan,” jelas Pahrudin.
Ketua AFP Kalimantan Selatan, H. Anwar Hadimi, menegaskan bahwa Nusantara Futsal League bukan sekadar ajang kompetisi daerah. Juara kompetisi akan menjadi wakil Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
“Juara di sini akan membawa nama Kalimantan Selatan ke level nasional. Itu sebabnya setiap pertandingan memiliki arti yang sangat penting,” tegasnya.
Didukung Dispora Kalsel, KONI Kalsel, PSSI Kalsel, dan AFP Kalsel, kompetisi ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta futsal muda Banua yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Editor : Eddy Hardiyanto