Enam Atlet Sambo Pelajar Kalsel Bertarung di Piala Gubernur Sumsel 2026, Siap Unjuk Gigi di Palembang

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:35 WIB
Enam atlet sambo pelajar Kalimantan Selatan bersama pelatih SPOBDA Kalsel, Rendy Aditya Saputera, sebelum bertolak menuju Palembang untuk mengikuti Kejuaraan Beladiri Sambo dan Blind Sambo Piala Gubernur Sumatera Selatan Cup 2026. (dok dispora Kalsel)
Enam atlet sambo pelajar Kalimantan Selatan bersama pelatih SPOBDA Kalsel, Rendy Aditya Saputera, sebelum bertolak menuju Palembang untuk mengikuti Kejuaraan Beladiri Sambo dan Blind Sambo Piala Gubernur Sumatera Selatan Cup 2026. (dok dispora Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Enam atlet pelajar cabang olahraga sambo Kalimantan Selatan siap menorehkan nama Banua di kancah nasional. Mereka turun berjuang di Kejuaraan Beladiri Sambo dan Blind Sambo Piala Gubernur Sumatera Selatan Cup 2026, yang digelar pada 24–26 Juli 2026 di Palembang Square Mall, Provinsi Sumatera Selatan. Kontingen Kalsel didampingi dua pelatih dalam keikutsertaan kali ini.

Keenam atlet yang memperkuat kontingen Banua berasal dari berbagai kelas dan kategori. Khalifa Azhra turun di kelas 46 kilogram junior sport putri, Aziz Arrasyidi di kelas 58+ kilogram junior sport putra, Nabila Maharani di kelas 59 kilogram junior sport putri, Muhammad Fadil di kelas 52 kilogram junior sport putra, Hannei Puspita di kelas 45+ kilogram junior sport putri, serta Shaika Mulia di kelas 54 kilogram junior sport putri.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Muhammad Anugrah, menyebut keikutsertaan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk menempa kualitas dan daya saing atlet muda Kalsel.

"Keikutsertaan atlet pada ajang nasional ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Kami berharap para atlet mampu tampil maksimal dan membawa prestasi bagi Kalimantan Selatan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Disisi teknis, Pelatih Sambo SPODA Kalimantan Selatan, Rendy Aditya Saputera, memastikan seluruh atlet telah menjalani program latihan intensif menjelang keberangkatan. Persiapan mencakup peningkatan kondisi fisik, pemantapan teknik dan strategi, hingga kesiapan mental bertanding.

"Seluruh atlet dalam kondisi siap bertanding. Kami telah memaksimalkan persiapan, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental. Kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah jam terbang atlet pelajar," kata Rendy.

Ia menjelaskan, setiap atlet memiliki karakter bertanding yang berbeda sehingga pendekatan strategi pun disesuaikan dengan keunggulan masing-masing. Tim pelatih menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan taktik dan kemampuan membaca pola permainan lawan secara cepat.

"Setiap atlet memiliki karakter bertanding yang berbeda, sehingga strategi yang kami siapkan juga disesuaikan dengan kelas dan kekuatan masing-masing. Kami meminta mereka tetap fokus, bermain disiplin, dan memanfaatkan setiap peluang untuk meraih poin," jelasnya.

Rendy mengaku optimistis para atletnya mampu bersaing ketat di tengah persaingan yang melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi. Namun di balik ambisi meraih hasil terbaik, ia menekankan bahwa pengalaman bertanding di level nasional adalah bekal tak ternilai untuk perjalanan karier para atlet muda Banua ke depan.

"Target kami tentu ingin meraih hasil maksimal. Namun yang tidak kalah penting, para atlet mendapatkan pengalaman bertanding di level nasional sebagai bekal menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Kami optimistis mereka mampu bersaing dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan," pungkas Rendy.

Editor : Arif Subekti
enam atlet pelajar kejuaraan beladiri kalimantan selatan Sambo