Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Raket Kecil dengan Mimpi Besar,  Bocah Banjar Ini Siap Harumkan Kalsel di O2SN Nasional

M Fadlan Zakiri • Senin, 13 Juli 2026 | 14:32 WIB
PANEN PRESTASI: Muhammad Naufal Razqa Prayuda menunjukkan koleksi medali, piala, dan piagam penghargaan hasil berbagai kejuaraan bulu tangkis yang telah diraihnya (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
PANEN PRESTASI: Muhammad Naufal Razqa Prayuda menunjukkan koleksi medali, piala, dan piagam penghargaan hasil berbagai kejuaraan bulu tangkis yang telah diraihnya (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Di usia 11 tahun, Muhammad Naufal Razqa Prayuda sudah mengoleksi berbagai prestasi di cabang olahraga bulu tangkis.

Siswa kelas V SDTQ Ummul Qura, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar itu bahkan dipastikan mewakili Kalimantan Selatan, pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional setelah menjuarai O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Prestasi tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang dimulai jauh sebelum Naufal mengenal bangku sekolah. 

Ayahnya, Iskandar Yuda, mengatakan putranya mulai memegang raket sejak berusia sekitar 2,5 tahun. 

Melihat bakat yang dimiliki, keluarga terus mendorong Naufal berlatih secara rutin hingga akhirnya mulai mengikuti berbagai turnamen sejak duduk di kelas I sekolah dasar.

"Kami hanya berusaha memberi kesempatan agar bakat Naufal terus berkembang," ujar Yuda.

Kesempatan demi kesempatan itu dijawab Naufal dengan prestasi. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah menembus babak semifinal Bayan Open 2025, turnamen bulu tangkis tingkat nasional, saat membela Kalimantan Selatan.

Tahun ini, torehan prestasinya kembali bertambah. Bocah lincah itu berhasil menjadi Juara I O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, yang sekaligus mengamankan tiket menuju O2SN tingkat nasional yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Di balik setiap medali yang diraih, ada disiplin yang terus dijaga. Di luar jam sekolah, Naufal rutin menjalani latihan teknik dan fisik. 

Yuda menceritakan bahwa lari menjadi bagian dari program latihan untuk menjaga daya tahan tubuh sang buah hati.

“Kalau untuk pola makan, tentu kita diperhatikan agar kondisinya tetap prima saat bertanding,” imbuhnya.

Bagi keluarga, proses latihan itu merupakan investasi jangka panjang. 

Sebab, kata Yuda, mereka meyakini prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten dan dukungan penuh dari orang-orang terdekat.

Meski demikian, perjuangan Naufal masih menghadapi tantangan. 

Menurut Yuda, hingga kini putranya belum mendapatkan pembinaan khusus dari pemerintah daerah meski telah beberapa kali mengharumkan nama Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.

"Kami berharap atlet-atlet muda berprestasi mendapat pembinaan dan dukungan agar bisa terus berkembang," harapnya.

Harapan tersebut mendapat respons dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Wahyu Akbar. 

Ia menilai prestasi yang diraih Naufal menjadi bukti bahwa Kabupaten Banjar memiliki bibit atlet yang layak mendapat perhatian.

"Potensi seperti yang dimiliki Naufal harus dibina agar terus berkembang hingga mampu berprestasi di level yang lebih tinggi," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, keberhasilan Naufal menjuarai O2SN tingkat provinsi dan akan mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Banjar. 

Karena itu, ia menilai bahwa pemerintah daerah perlu hadir memberikan dukungan agar prestasi tersebut terus berkembang.

"Anak-anak seperti Naufal adalah investasi daerah. Mereka perlu didampingi agar kelak mampu mengharumkan nama Indonesia," pungkas Wahyu.

Editor : Sutrisno
#Bulu Tangkis #Banjar