RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Jauh dari kolam renang tempat mereka biasa berlatih, empat atlet muda Patimura Swimming Club (PSC) Banjarmasin terjun ke kejuaraan lintas provinsi dan pulang tidak dengan tangan kosong.
Dalam Kejuaraan Renang Paser Open ke-4 yang digelar Pengcab Akuatik Indonesia Kabupaten Paser di Kolam Renang Awa Selangui, Tanah Grogot, Kalimantan Timur, 3-5 Juli 2026, kontingen Patimura Swimming Club berhasil mengoleksi dua medali — satu perak dan satu perunggu.
Dua medali itu keduanya dipersembahkan oleh satu nama yang tampil paling menonjol dari rombongan Banjarmasin: Shemaika Herdeson Taufik. Ia meraih medali perak di nomor 200 meter gaya kupu-kupu kategori KU5 putri, sekaligus menyabet medali perunggu di nomor 50 meter kategori yang sama.
Paser Open bukanlah kejuaraan regional biasa. Edisi ke-4 yang berlangsung tahun ini menarik peserta tidak hanya dari Kalimantan Timur sebagai tuan rumah, tetapi juga dari berbagai penjuru Indonesia. Sekitar 50 persen peserta datang dari luar Kaltim — dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, bahkan dari Makassar dan Blitar. Persaingan yang luas secara geografis itulah yang membuat setiap medali yang diraih terasa lebih bermakna.
Owner sekaligus pelatih Patimura Swimming Club, Muhammad Seman, mengungkapkan bahwa pencapaian Maika bukan satu-satunya hal yang membuatnya lega. Tiga atlet lainnya yang dikirimkan — meski belum meraih medali — berhasil memecahkan catatan waktu terbaik pribadi atau personal best mereka masing-masing selama kejuaraan berlangsung.
Di antara atlet lain yang turut dikirimkan adalah Freya Nadia Arsanti yang duduk di kelas 3 SMP kategori KU2, serta Semeka Herdesen Topik yang juga bersaing di KU5.
Seman menjelaskan bahwa Patimura Swimming Club sudah membina kelas prestasi selama 10 bulan, yang sebelumnya berangkat dari kelas les atau kelas pemula.
Sebuah perjalanan yang tidak pendek, namun sudah mulai membuahkan hasil yang bisa diukur di atas papan waktu pertandingan.
"Semoga ke depan Patimura Swimming Club bisa membawa nama Kalimantan Selatan di ajang nasional dan juga bisa meraih medali di pertandingan nasional ke depannya," ujar Seman, Minggu (5/7/2026).
Dari Tanah Grogot, dua medali sudah dibawa pulang ke Banjarmasin. Dan bagi Seman, angka di papan skor bukan satu-satunya ukuran keberhasilan perjalanan ke Paser — yang lebih penting adalah melihat anak-anak didiknya membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di luar kandang, menghadapi lawan-lawan dari provinsi yang berbeda, dan pulang dengan pengalaman yang tidak bisa diajarkan di dalam kolam latihan biasa.
Editor : Arif Subekti