RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Usia boleh muda, tapi tekad tidak perlu menunggu lama. SSB BVB Banjarmasin baru saja melewati hari-hari pertamanya — berdiri sekitar dua bulan lalu — namun sudah berani mengincar panggung Piala Suratin Regional Banjarmasin 2026 yang dijadwalkan bergulir Juli mendatang.
Yang membuat langkah ini semakin menarik untuk disimak: seluruh pemain yang disiapkan berasal dari Banjarmasin. Tidak ada impor bakat dari luar. Murni putra daerah yang setiap kali berlatih, memadati lapangan dengan antusiasme yang membuat para pelatih mereka tidak bisa menyembunyikan rasa optimisme.
SSB BVB akan tampil di dua kategori sekaligus — U-13 dan U-15. Dua front, dua kelompok usia, dua tantangan yang masing-masing membutuhkan persiapan tersendiri.
Pelatih Kepala SSB BVB Banjarmasin, Salahudin, mengakui ada satu kendala yang belum sepenuhnya bisa diatasi menjelang kompetisi — keterbatasan lapangan yang membuat sesi latihan tim penuh belum bisa digelar secara maksimal.
Tapi di luar kendala teknis itu, Salahudin tidak menemukan alasan untuk pesimistis. Program latihan sudah berjalan, baik secara individu maupun kelompok. Dan yang paling penting, semangat para pemain tidak pernah surut.
"Kami terus menggodok anak-anak untuk persiapan. Latihan individu dan kelompok sudah berjalan, tetapi untuk latihan tim memang masih menjadi tantangan. Namun kami optimistis kekompakan tim akan terus terbentuk sebelum kompetisi dimulai," ujarnya.
Proses seleksi pemain sudah berlangsung dan sebagian besar skuad inti sudah terbentuk. Satu catatan yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah kategori U-13 yang jumlah pemainnya belum mencapai kuota ideal — sehingga pencarian talenta muda masih terus dilakukan.
Namun dari sisi komitmen para pemain yang sudah bergabung, Salahudin tidak punya keluhan. Empat kali sesi latihan setiap minggu, dan kehadiran anak-anak hampir selalu penuh.
"Mereka latihan empat kali dalam seminggu dan hampir selalu hadir. Antusias mereka luar biasa. Semangat seperti ini yang membuat kami optimistis menghadapi Piala Suratin," ungkap mantan pelatih PS Barito Putera ini.
Ia juga menegaskan keyakinan penuh terhadap kualitas pemain-pemain lokal yang disiapkan. "Kami percaya dengan kemampuan anak-anak Banua. Semua pemain berasal dari lokal. Kami ingin membina mereka agar berkembang dan mampu bersaing," katanya.
Di sisi lain lapangan, Asisten Pelatih SSB BVB Banjarmasin, Sofyan Morhan, sudah bergerak lebih jauh dari sekadar pembentukan fisik dan teknik dasar. Setelah fase seleksi selesai dan skuad mulai terbentuk, materi latihan kini bergeser ke ranah yang lebih kompleks — taktik dan pengambilan keputusan di lapangan.
"Anak-anak yang terpilih sudah memiliki dasar teknik yang baik. Sekarang kami lebih banyak memberikan materi taktikal, seperti membaca permainan lawan, memahami formasi, hingga pengambilan keputusan di lapangan," jelas Sofyan.
Untuk memastikan seluruh aspek kesiapan tercover, Sofyan bahkan sudah menyiapkan program latihan yang terstruktur — mingguan, bulanan, hingga program khusus pra-kompetisi. Intensitas pun ditingkatkan, dengan sesi latihan yang bisa mencapai lima kali dalam seminggu menjelang hari-H.
"Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak Banua mampu bersaing. Karena itu latihan dibuat lebih intensif, bahkan bisa mencapai lima kali dalam seminggu. Kami juga sudah menyiapkan program latihan mingguan, bulanan, hingga pra-kompetisi agar mereka benar-benar siap saat Piala Suratin dimulai," pungkasnya.
Soal target, Salahudin memilih bersikap realistis. Sebagai tim pendatang baru yang belum genap tiga bulan berdiri, pengalaman bertanding adalah prioritas utama. Tapi realistis bukan berarti pasrah.
"Kami ingin mencari pengalaman terlebih dahulu. Tapi bukan berarti hanya datang untuk ikut serta. Kami tetap berlatih maksimal agar bisa menjadi tim yang kuat dan mampu bersaing," ucap Salahudin.
Disisi lain, selain anak-anak U-13 dan U-15, terpantai beberapa anak U-17 juga mengikuti latihan intensif guna persiapan mereka mengikuti seleksi di klub yang akan berlaga di Piala Suratin U-17.
Dari lapangan yang terkadang harus berbagi dengan kelompok umur lain, dengan pemain-pemain yang baru saling mengenal beberapa bulan terakhir, SSB BVB Banjarmasin sedang membangun fondasi. Dan Piala Suratin Regional 2026 akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya — sekaligus panggung pertama bagi talenta-talenta lokal Banua ini untuk membuktikan diri di mata publik sepak bola Kalimantan Selatan.
Editor : Arif Subekti