Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Delapan Atlet, Tujuh Medali ! Jejak Bersejarah MMA Tapin di Kejurprov Kalsel

Rasidi Fadli • Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB
MEMBANGGAKAN: Salah satu atlet IBCA MMA Tapin saat bertanding dengan lawan.
MEMBANGGAKAN: Salah satu atlet IBCA MMA Tapin saat bertanding dengan lawan.

RADARBANJARMASIN.KAWAPOS.COM, RANTAU – Cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) Kabupaten Tapin mencatat sejarah baru di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Kalimantan Selatan 2026. Hanya mengandalkan delapan atlet, kontingen berjuluk Bumi Ruhui Rahayu sukses membawa pulang tujuh medali.

Raihan tersebut terdiri dari tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Hasil itu bahkan melampaui target awal tim yang semula hanya ingin memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet di level provinsi.

Pelatih IBCA MMA Tapin, Muhammad Fuad, mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi MMA Tapin yang masih tergolong cabang olahraga baru di bawah naungan KONI.

"Ini hasil yang sangat membanggakan. Kami hanya mengirim delapan atlet, tetapi mampu meraih tujuh medali. Awalnya target kami hanya menambah jam terbang atlet, ternyata mereka mampu melampaui ekspektasi," ujar Fuad, Selasa (23/6/2026).

Fuad menilai disiplin atlet menjadi kunci utama keberhasilan tim. Para petarung muda Tapin mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik, baik dari sisi strategi, teknik maupun pengendalian emosi saat bertanding.

Di atas arena, atlet-atlet Tapin tampil percaya diri. Mereka menunjukkan peningkatan signifikan dalam teknik bertarung, ketahanan fisik, hingga mental bertanding saat menghadapi lawan dari berbagai daerah.

"Anak-anak tampil disiplin dan mampu menerapkan strategi yang sudah dilatih. Ini membuktikan pembinaan yang kami jalankan berada di jalur yang tepat," katanya.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kerja sama seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, tenaga medis hingga pengurus. Program latihan yang terstruktur, simulasi pertandingan, sparring rutin, serta pembinaan mental menjadi modal penting dalam menghadapi Kejurprov.

Meski meraih hasil gemilang, perjalanan menuju prestasi tidak selalu mudah. MMA Tapin masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana latihan, minimnya pengalaman kompetisi, hingga penyesuaian terhadap regulasi IBCA MMA yang terus berkembang.

Selain itu, atlet juga dituntut menjaga berat badan secara disiplin agar sesuai dengan kelas pertandingan yang diikuti.

"Sebagian atlet baru pertama kali tampil di ajang resmi. Tekanan mental tentu ada, tetapi mereka mampu mengatasinya dengan sangat baik," ungkap Fuad.

Dari tiga medali emas yang diraih Tapin, nama Muhammad Alvin menjadi salah satu sorotan. Atlet muda itu berhasil menjadi juara di kelas 27 kilogram U-12 dan menunjukkan potensi besar untuk masa depan.

Dua medali emas lainnya dipersembahkan Muhammad Mahli di kelas 56 kilogram dan Nurul Khotimah di kelas bantam putri.

Menurut Fuad, keberhasilan Nurul menjadi bukti bahwa atlet perempuan Tapin juga mampu bersaing dan berprestasi di olahraga kontak penuh.

"Pembinaan yang kami lakukan tidak membedakan jenis kelamin. Semua atlet memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi," tegasnya.

Tak ingin cepat berpuas diri, MMA Tapin kini mulai menatap target yang lebih tinggi. Sejumlah atlet dipersiapkan mengikuti tahapan seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Program latihan pun akan ditingkatkan, mulai dari analisis calon lawan, penguatan fisik spesifik, pengaturan gizi hingga pembinaan mental agar mampu bersaing di level nasional.

"Kami ingin atlet Tapin bisa membawa nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional. Targetnya realistis, tetapi kami tetap memiliki ambisi untuk meraih prestasi terbaik," ujarnya.

Fuad berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapin, KONI, dan masyarakat terus mengalir demi keberlangsungan pembinaan MMA di daerah.

Ia pun memiliki visi besar menjadikan Tapin sebagai salah satu pusat pengembangan MMA terbaik di Kalimantan Selatan.

"Harapan kami, Tapin memiliki fasilitas latihan yang memadai, rutin melahirkan atlet nasional, dan suatu saat mampu menjadi juara umum Kejurprov secara konsisten," pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#MMA Tapin #Kejurprov Kalsel #medali