RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat ternyata tidak selalu disambut dengan keluhan. Bagi Komunitas The Kraken Fixed Gear Amuntai, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk mengampanyekan gaya hidup yang lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan.
Komunitas sepeda yang berbasis di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) itu mengajak masyarakat menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi, terutama untuk aktivitas jarak dekat.
Ketua Komunitas The Kraken Fixed Gear, M Dayat, menegaskan kenaikan harga BBM tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan semangat beraktivitas. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu untuk mencari solusi yang lebih ekonomis sekaligus menyehatkan.
“BBM boleh naik, tetapi semangat kita tidak boleh ikut turun. Justru harus semakin meningkat,” ujarnya kepada media ini, Jumat (12/6).
The Kraken Fixed Gear sendiri berdiri pada 28 Mei 2024. Berawal dari hanya tiga orang pecinta sepeda fixed gear, komunitas tersebut kini berkembang menjadi 33 anggota aktif yang berasal dari berbagai kalangan.
Bagi mereka, sepeda bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang mencerminkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Dayat, manfaat bersepeda jauh melampaui sekadar menghemat biaya bahan bakar. Aktivitas tersebut juga membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar peredaran darah, serta mengurangi tingkat stres.
“Rumusnya sederhana, sehat di badan, hemat di kantong, dan tetap keren di jalan. Satu sepeda, seribu manfaat,” katanya.
Di tengah meningkatnya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok, komunitas ini menilai bersepeda menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain lebih hemat, penggunaan sepeda juga membantu mengurangi polusi udara dan kepadatan lalu lintas, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Gerakan yang dilakukan komunitas tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tidak sedikit warga yang mulai melirik sepeda sebagai sarana transportasi alternatif untuk aktivitas harian.
Dayat berharap semakin banyak masyarakat yang mencoba bersepeda dan merasakan manfaatnya secara langsung.
“Kami ingin mengajak semua orang agar tidak menjadikan kenaikan harga sebagai alasan untuk menyerah. Justru ini saatnya hidup lebih sehat, lebih hemat, dan tetap tampil berbeda,” ujarnya.
Di balik nama The Kraken Fixed Gear, ternyata tersimpan filosofi yang cukup unik. Dayat menjelaskan, nama Kraken yang identik dengan gurita dipilih karena melambangkan kemampuan beradaptasi dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Menurutnya, seperti tentakel gurita yang dapat menjangkau banyak arah, komunitas tersebut juga ingin terus bertumbuh dan merangkul lebih banyak anggota di masa depan.
Filosofi itu juga sejalan dengan perkembangan dunia sepeda yang terus mengalami perubahan dari masa ke masa.
“Dulu salah satu model sepeda yang populer adalah fixie atau fixed gear. Sekarang berkembang menjadi banyak jenis, seperti road bike, mountain bike, dan berbagai jenis lainnya,” jelas Dayat.
Melalui semangat tersebut, The Kraken Fixed Gear membuktikan bahwa solusi atas berbagai persoalan terkadang hadir dari langkah sederhana. Mengayuh sepeda bukan hanya menghemat biaya transportasi, tetapi juga menjadi jalan menuju gaya hidup yang lebih sehat, hemat, dan berkelanjutan.
Editor : Eddy Hardiyanto