RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – PSSI Kota Banjarmasin resmi menggelar Kompetisi Sepak Bola Nasional Piala Presiden kategori U10 dan U12 tingkat kota di Lapangan Kayutangi, Banjarmasin, sejak Kamis (14/5/2026).
Pembukaan kompetisi dihadiri dan ditandai dengan tendangan pertama oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama perwakilan PSSI Kalimantan Selatan.
Delapan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kota Banjarmasin terdaftar sebagai peserta di dua kategori usia tersebut.
Mereka akan bersaing dalam format tujuh lawan tujuh dengan pembagian dua grup — sebuah format yang dirancang untuk memastikan semua tim mendapat jam terbang bertanding yang cukup.
Taruhannya jelas dan tidak kecil. Dua tiket di masing-masing kategori usia menanti tim terbaik untuk melangkah ke kompetisi tingkat provinsi — dan dari sana, peluang menuju panggung nasional terbuka lebar.
Ketua Panitia, Hari Kartono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan amanah langsung dari PSSI Kalsel kepada PSSI Kota Banjarmasin.
"PSSI Kalsel memberikan arahan dan kepercayaan untuk menggelar kompetisi Piala Presiden U10 dan U12. Regulasi dari PSSI harus benar-benar usia 10 dan 12 tahun. Jadi peserta delapan SSB dari dua kategori," ujar Hari Kartono, Jumat (15/5/2026).
Sekretaris PSSI Kalsel, Baktiansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme Kota Banjarmasin dalam menyukseskan kompetisi ini. Menurutnya, dari seluruh daerah yang menggelar Piala Presiden usia dini di Kalimantan Selatan, Banjarmasin tampil paling semarak dengan delapan peserta yang turun.
"Terima kasih — Banjarmasin termasuk pelaksanaan yang paling meriah, di mana ada delapan peserta. Semoga pembinaan usia muda ini terus berjalan dan berharap bisa melahirkan pemain yang berpotensi untuk Barito, Peseban, dan Nusantara. Insya Allah Banjarmasin akan mendapatkan slot dua di masing-masing kategori," ungkap Baktiansyah.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini adalah menemukan bibit-bibit terbaik yang benar-benar sesuai kategori usianya — tanpa rekayasa, tanpa manipulasi umur yang kerap menjadi masalah di kompetisi usia dini.
"Festival ini adalah untuk mencari bibit pemain dengan usia yang sesuai dan tidak boleh lebih maupun kurang. Saat ini akan dicari tim yang mewakili Banjarmasin dan saya berharap tim tersebut bisa menorehkan prestasi untuk Banjarmasin," ujar Yamin.
Lebih dari sekadar hadir dan membuka acara, Yamin juga menunjukkan komitmen konkret dengan memberikan hadiah uang pembinaan senilai total Rp15 juta kepada para peserta — sebuah bentuk penghargaan nyata terhadap semangat anak-anak muda yang berjuang di lapangan.
Dari Lapangan Kayutangi, bibit-bibit terbaik Banjarmasin kini tengah diseleksi. Siapa yang paling layak mewakili Kota Seribu Sungai di pentas provinsi dan nasional — lapangan yang akan menjawabnya.
Editor : Sutrisno