Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antarpengurus, tetapi juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan regulasi permainan domino yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat ORADO.
Rizwan menegaskan, pada tahap awal ini pihaknya belum memfokuskan diri pada pencarian atlet atau pemain. Konsentrasi utama masih diarahkan pada pembentukan serta penyempurnaan struktur kepengurusan ORADO di tingkat kabupaten dan kota.
“Saat ini fokus kami adalah membentuk kepengurusan di kabupaten dan kota. Setelah semuanya lengkap, baru dilanjutkan dengan kejuaraan daerah dan kemudian kejuaraan provinsi,” ujar Rizwan di Banjarmasin, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembentukan organisasi daerah menjadi krusial mengingat pengurus pusat menargetkan pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada April mendatang.
Saat ini, Korada ORADO telah terbentuk di delapan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Masih diperlukan pembentukan kepengurusan di lima daerah lainnya agar struktur organisasi tingkat provinsi dinyatakan lengkap.
Rizwan juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Kejurnas merupakan salah satu syarat utama agar ORADO dapat bergabung secara resmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Untuk bisa masuk ke KONI, pelaksanaan Kejurnas menjadi syarat mutlak,” tegasnya.
Secara nasional, kepengurusan ORADO telah terbentuk di 38 provinsi di Indonesia dan seluruhnya telah mengikuti pelantikan nasional yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Pembina ORADO Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripudin yang akrab disapa Bang Dhin, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ORADO di daerah. Ia berharap organisasi ini mampu mensosialisasikan olahraga domino secara lebih luas, terarah, dan berkelanjutan.
Menurut Bang Dhin, ORADO ke depan juga perlu membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk mendukung keberlangsungan program dan pembinaan olahraga domino.
“Kita juga mulai menyiapkan langkah untuk menggali talenta-talenta muda yang berpotensi mewakili Kalimantan Selatan di ajang Pra Kejurnas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembinaan atlet harus menjadi program jangka panjang seiring dengan target ORADO untuk bergabung dengan KONI dan berpartisipasi dalam berbagai event olahraga resmi.
“Domino sangat populer di masyarakat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi,” tambahnya.
Bang Dhin juga mengakui adanya perbedaan aturan antara domino profesional yang menggunakan balok dengan domino tradisional berbahan kartu yang selama ini akrab dimainkan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian dan sosialisasi aturan secara berkelanjutan oleh pengurus ORADO.
Editor : Sutrisno