BANJARMASIN – Denyut persaingan tenis meja nasional kembali berdetak di Kalimantan Selatan.
Kejurnas Tenis Meja 2025 resmi dimulai.
Ratusan atlet dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin.
Sebanyak 23 kontingen provinsi memastikan ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Pelaksana Kejurnas Tenis Meja 2025 Kalsel, Ahmad Faridi menyampaikan bahwa turnamen ini diikuti sekitar 500 atlet putra dan putri.
Mereka bertanding dalam 17 nomor pertandingan.
Mulai dari kelompok usia dini hingga kategori dewasa.
“Jumlah peserta kurang lebih 500 orang, dengan 17 kategori yang dipertandingkan. Pelaksanaan pertandingan dimulai tanggal 24 sampai 30 November 2025,” ujarnya.
Sorotan besar juga datang dari Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay, yang menilai kejurnas kali ini sebagai refleksi nyata geliat tenis meja Indonesia.
Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga ini masih menjadi salah satu cabang yang paling diminati dan merakyat.
“Dari tahun ke tahun, peserta selalu banyak. Ini menandakan bahwa tenis meja tetap hidup dan berkembang. Bahkan beberapa provinsi mengirimkan atlet lebih dari kuota, dan tetap kami akomodir karena antusiasmenya luar biasa,” jelas Peter.
Menurutnya, kejurnas bukan hanya kompetisi, melainkan juga ladang evaluasi sekaligus kesempatan emas bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat nasional.
Dari turnamen ini akan lahir bibit-bibit unggul yang siap dibina lebih lanjut.
Bahkan dipersiapkan untuk ajang internasional.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor mewakili Gubernur Kalsel H Muhidin saat pembukaan.
Ia menyebut Kejurnas ini sebagai momentum bersejarah, karena kembali digelar di Kalsel setelah hampir setengah abad.
“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sangat mendukung kegiatan ini. Bayangkan, Kejurnas Tenis Meja kembali digelar di Kalsel setelah 49 tahun. Ini sebuah kebanggaan,” ungkap Ariadi.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan ini bisa menjadi daya tarik bagi cabang olahraga lain untuk menggelar event nasional, bahkan internasional di Kalsel.
Editor : Eddy Hardiyanto