BANJARBARU – Denyut langkah ribuan pelari kembali akan menggema di jantung Kalimantan Selatan. Arutmin Borneo Run (ABR) 2025 resmi hadir sebagai bagian dari perayaan HUT ke-44 PT Arutmin Indonesia, sekaligus menandai penyelenggaraan ke-17 ajang lari bergengsi yang telah tumbuh menjadi ikon olahraga tahunan di daerah ini.
Pertama kali digelar pada 2006 dengan nama Arutmin 10K, event ini awalnya dirancang untuk mengkampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat. Namun, seiring waktu, ABR menjelma menjadi magnet besar bagi pelari dari berbagai daerah. Mengikuti tren dan antusiasme peserta, sejak 2022 kategori Half Marathon (21,0975 km) resmi ditambahkan, kemudian disusul kategori 5K pada 2023 untuk mengakomodasi pelari pemula dan keluarga.
Tahun ini, halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru kembali dipercaya menjadi titik start dan finish. Dengan izin resmi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), tiga kategori akan dipertandingkan. Yakni, Half Marathon, 10K, dan 5K. Tidak hanya diikuti oleh pelari lokal, peserta juga datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Gairah pelari terhadap ABR 2025 terlihat dari kecepatan luar biasa dalam penjualan tiket. Gelombang pertama sebanyak 3.000 slot habis hanya dalam lima menit. Tak lama berselang, 1.050 tiket pada gelombang kedua juga ludes dalam waktu tiga menit saja. Fenomena ini menegaskan posisi ABR sebagai salah satu lomba lari paling diminati di Kalimantan, bahkan menarik perhatian nasional.
Tercatat, peserta datang dari berbagai wilayah Kalimantan, serta Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga Papua. Sejumlah atlet nasional pun telah mengonfirmasi keikutsertaannya, siap bersaing memperebutkan total hadiah senilai Rp385 juta. Jumlah peserta Half Marathon bahkan meningkat dua kali lipat menjadi 1.200 pelari, diikuti 2.000 peserta 10K dan 850 pelari di kategori 5K.
Untuk pertama kalinya di Kalsel, ABR 2025 akan menerapkan sistem gun start di setiap kategori. Inovasi ini memperkuat status ABR sebagai lomba profesional dengan rute yang telah tersertifikasi resmi oleh PB PASI. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan Arutmin Borneo Run yang terus berkembang dan memberi dampak positif bagi banyak pihak,” ujar CEO PT Arutmin Indonesia, Ido Hutabarat.
Arutmin Borneo Run tidak hanya berbicara tentang kecepatan dan catatan waktu. Event ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Tahun ini, tradisi Pentol Party kembali digelar, melibatkan UMKM lokal dengan menyediakan 12.000 pentol bagi para finisher, sebuah cita rasa khas Banjarbaru yang menjadi simbol sambutan hangat bagi para pelari.
Semangat inklusi juga kembali ditonjolkan. Insan berkebutuhan khusus (IBK) dilibatkan sebagai peserta maupun petugas, bersama para lansia yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa olahraga adalah milik semua kalangan, tanpa kecuali.
Tak hanya itu, dua sesi sharing session bertema kesehatan dan persiapan lomba juga digelar di Belangiran Grand Ballroom Novotel Airport Banjarmasin, Jumat (21/11/2025) menghadirkan para dokter, pelari profesional, dan praktisi olahraga untuk berbagi pengetahuan kepada peserta.
"Untuk memperluas jangkauan, ABR 2025 akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Idearun Official. Langkah ini diambil untuk menghadirkan atmosfer perlombaan kepada publik lebih luas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para sponsor dan mitra," ujar Zulkarnain Azwar, Ketua Panitia ABR.
Dengan rute menantang, suhu udara ideal 24–31 derajat celcius, energi ribuan pelari, serta dukungan masyarakat di sepanjang lintasan, Arutmin Borneo Run 2025 bukan sekadar lomba, melainkan sebuah perayaan kehidupan, semangat, dan kebersamaan. Selamat berlari di “Lebarannya para pelari” Kalsel. Jadilah bagian dari perjalanan yang menggabungkan olahraga, pemberdayaan, dan inklusi dalam satu langkah yang tak terlupakan.
Editor : Fauzan Ridhani