Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kolaborasi Gekrafs–Dekranasda Tanah Laut, Hadirkan Maskot Raksasa Porprov Kalsel 2025

Norsalim Yahya • Rabu, 12 November 2025 | 15:36 WIB

MENARIK: Salah satu maskot raksasa Porprov XII Kalsel Si Raja Kijang yang terpasang di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari. (Foto: Gekrafs Tala untuk Radar Banjarmasin)
MENARIK: Salah satu maskot raksasa Porprov XII Kalsel Si Raja Kijang yang terpasang di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari. (Foto: Gekrafs Tala untuk Radar Banjarmasin)
PELAIHARI - Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel) 2025 di Kabupaten Tanah Laut (Tala) tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Tala bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat menghadirkan karya instalasi publik berupa 10 standee raksasa “Si Raja Kijang”, maskot resmi Porprov XII Kalsel 2025 yang dipasang di berbagai titik strategis.

Setiap standee menampilkan karakter “Si Raja Kijang” dengan pose berbeda sesuai cabang olahraga, mulai dari sepak bola hingga panahan. Selain menjadi elemen penyambutan bagi tamu dan atlet, karya ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi spot foto baru yang ramai dikunjungi warga.

Ketua DPC Gekrafs Tala, Aditya Agung Laksono, mengatakan proyek ini merupakan bentuk dukungan komunitas kreatif terhadap penyelenggaraan Porprov sekaligus ajang pembuktian bahwa kreativitas lokal bisa tampil sejajar dengan event besar daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Tala punya potensi kreatif yang bisa memperkuat identitas daerah. Kolaborasi ini bukan sekadar hiasan, tapi simbol semangat dan kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah,” ujarnya, Rabu (12/11).

Menurut Aditya, sebagian besar proses kreatif dilakukan oleh desainer dan perajin lokal yang biasa terlibat dalam industri kreatif seperti desain visual, percetakan, dan konstruksi ringan.

“Dari perencanaan sampai pemasangan, semuanya melibatkan tenaga lokal. Jadi dampaknya tidak hanya estetika, tapi juga ekonomi karena membuka peluang kerja dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.

Ketua Dekranasda Tala, Hj Dian Cahyani, menilai inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor kerajinan dan ekonomi kreatif dapat berperan dalam kegiatan publik.

“Sinergi seperti ini perlu terus dikembangkan. Tidak hanya mendukung Porprov, tapi juga menjadi model kolaborasi untuk event lain yang mengangkat potensi daerah,” katanya. 

Editor : Sutrisno
#Tanah Laut #Kalsel #porprov