Dalam pertandingan penentu yang menyedot perhatian para penonton, MBG tampil tangguh dan menang dengan skor tipis 3-2.
Revoks yang sempat unggul di dua set tengah harus mengakui keunggulan lawannya setelah MBG bangkit dan mengunci kemenangan lewat permainan stabil di set kelima.
Sementara itu, posisi ketiga diraih tim Juragan Travel (JT) Banjarbaru, yang mengungguli SBV Banjarbaru yang finis di urutan keempat. Keempat tim ini menunjukkan persaingan yang ketat sepanjang turnamen yang menjadi ajang unjuk kemampuan atlet muda Kalsel.
Trofi dan hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Noryahman yang juga menjabat sebagai Sekretaris PBVSI Kota Banjarmasin. Ia didampingi oleh sponsor utama sekaligus Ketua Harian PBVSI Banjarbaru, Andi Suprastio.
“Pertandingan final menunjukkan kualitas yang membanggakan. Selamat kepada MBG Tanah Bumbu dan seluruh peserta. Turnamen ini menjadi bukti bahwa pembinaan usia muda di Kalsel semakin merata,” ucap Noryahman.
Ia juga mengumumkan rencana untuk menggelar turnamen yang lebih besar pada September mendatang. Turnamen terbuka itu akan diikuti maksimal 16 tim putra dan 16 tim putri dari berbagai daerah.
“Ini bentuk kolaborasi PBVSI, komunitas volimania, dan pihak sponsor. Kami ingin menyediakan panggung yang konsisten bagi atlet muda untuk berkembang,” tambahnya.
Senada dengan itu, Andi Suprastio menegaskan pentingnya menghidupkan atmosfer kompetisi sebagai pondasi pembinaan atlet.
“Bola voli harus terus hidup di hati masyarakat. Kami ingin menjadikan olahraga ini sebagai pilihan utama generasi muda, dan turnamen seperti ini harus rutin digelar,” tegas Andi.
Pelatih MBG Tanah Bumbu, Jumadi, mengakui bahwa pertandingan final berlangsung lebih menegangkan dibanding ekspektasi. Timnya sempat terbuai karena pernah menang 3-0 atas Revoks di babak penyisihan.
“Anak-anak sempat hilang fokus, tapi bisa kembali bangkit. Kemenangan ini berkat pasing yang solid dan mental yang terjaga saat momen krusial,” ujar Jumadi.
Ia menambahkan, para pemain MBG saat ini berada di rentang usia 16 hingga 19 tahun, dan turnamen ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Kejurprov dan Porprov mendatang.
“Target kami jelas, ingin mengulangi sukses Kejurprov sebelumnya dan membawa pulang emas putra-putri di ajang besar berikutnya,” pungkas Jumadi.
Editor : Sutrisno