MELBOURNE - “TADI kau bilang tidak akan hujan deras? Kita kehilangan kesempatan besar di sana,” keluh Lewis Hamilton kepada race engineer Ferrari Riccardo Adami pada balapan GP Australia Minggu (16/3). Percakapan itu terdengar di radio.
“Mengerti,” jawab Adami. “Di posisi mana aku sekarang?,” tanya Hamilton balik. “P9,” tutur Adami. “Shit,” ucap Hamilton dengan nada kesal. “Maaf aku tidak sadar radionya menyala,” lanjut pembalap 40 tahun itu.
Keputusan Ferrari mengambil resiko untuk tidak langsung mengganti ban basah di GP Australia Minggu (16/3) tidak berbuah manis.
Saat lintasan semakin licin karena hujan, mobil Ferrari -yang masih menggunakan ban kering- berjalan semakin lambat. Itu akhirnya membuat Hamilton tercecer dan akhirnya finis di posisi sepuluh.
Hamilton jelas kecewa. Dia tidak bisa maksimal dalam balapan debut bersama Ferrari. “Saya bersyukur bisa menyelesaikan balapan, setidaknya saya mendapat satu poin. Tapi secara keseluruhan, ini bukan yang saya harapkan,” kata Hamilton dikutip dari laman resmi Formula 1.
Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu pun merasa ada banyak hal yang perlu dibenahi dari Ferrari. Mulai pengaturan strategi, hingga keseimbangan mobil yang belum optimal.
“Sungguh, sungguh sangat sulit hari ini. Semoga, kami dapat memperbaikinya di balapan berikutnya dan kami berada di posisi yang lebih baik,” harap Hamilton.
“Saya pikir mobil ini memiliki potensi lebih banyak daripada apa yang terjadi hari ini," tambahnya.
Editor : Arief