Meski begitu, hingga saat ini, besaran anggaran yang akan digunakan dalam penyelenggaraan ajang olahraga empat tahunan tersebut masih belum final.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Selatan, Diauddin, melalui Kabid Peningkatan Prestasi Heru Susmianto, menjelaskan bahwa usulan anggaran sudah diajukan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan DPRD Provinsi Kalsel.
Namun, anggaran tersebut masih menunggu persetujuan dari Dewan Tim Penganggaran Daerah.
"Tahun lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, anggaran untuk Porprov sekitar Rp9 miliar. Kemungkinan besar anggaran tahun depan tidak jauh berbeda, tapi angka pastinya masih menunggu penetapan tuan rumah," kata Heru, Kamis (31/10/2024) pagi.
Menurut Heru, ketidakpastian tuan rumah menjadi alasan pihaknya mengusulkan anggaran yang lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Kami mengusulkan anggaran di atas Rp9 miliar karena belum ada kepastian tuan rumah. Nanti anggaran bisa ditambah atau dikurangi tergantung kebutuhan,” tambahnya.
Heru juga mengungkapkan bahwa jika anggaran yang disetujui lebih kecil, ada kemungkinan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan akan terbatas.
“Mungkin hanya cabang olahraga prioritas yang berpotensi meraih medali di PON yang akan dipertandingkan,” ujarnya.
Dispora Kalsel masih menunggu keputusan resmi mengenai tuan rumah Porprov 2025. Beberapa daerah seperti Tanah Laut dan Banjarmasin telah mengajukan diri, tetapi belum ada pengumuman resmi.
“Kami berharap pada bulan November nanti sudah ada keputusan mengenai tuan rumah dan anggaran. Karena pada bulan tersebut biasanya pengajuan anggaran sudah ditutup,” tutup Heru.
Editor : M. Ramli Arisno