Selama bulan Ramadan, para atlet muaythai Kota Banjarmasin tetap menjalani latihan rutin seminggu tiga kali. Namun pada latihan kali ini durasinya diperpendek dibandingkan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik atlet meski sedang berpuasa.
Pelatih Muaythai Banjarmasin, Fajrin Husnu Haitami menjelaskan bahwa selama Ramadan dia mengurasi durasi latihan yang awalnya 90 menit menjadi sekitar satu jam saja. “Kami berlatih rutin setiap hari Senin, Rabu dan Jumat tapi yang biasa kami mulai jam 5 sampai menjelang maghrib, kali ini selesainya setengah enam sore, agar para atlet bisa mempersiapkan diri untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Metode latihan pun sedikit berubah terutama latihan fisik. Yang awalnya latihan beban secara full dirambah teknik. Namun kali ini, latihan fisiknya mereka kurangi dan lebih ke teknik. “Mengingat juga karena memasuki jam akhir menuju berbuka, jadi tenaganya memang tidak seoptimal biasanya,” tambahnya.
Salah satu atlet, Sadam, mengakui bahwa latihan mereka selama bulan puasa tidak seberat biasanya. Namun ia mengaku tetap semangat menjalani latihan meski dalam kondisi berpuasa. “Tetap semangat, sebenarnya puasa bukan menjadi alasan bagi kami seorang atlet untuk tidak berlatih,” pungkasnya.(bir/ij/ran) Editor : Arief