BANJARMASIN – Berselang beberapa hari setelah dipastikannya renovasi markas Barito Putera, Stadion 17 Mei Banjarmasin. Tim Konsultan Perencana dari CV Praktira Konsultan, meninjau stadion berkapasitas 15.000 ribu bangku penonton itu, Selasa (26/3) pagi.
Didampingi Isna Wardani ST MT, Kasi Pembinaan Teknis Penyehatan Lingkungan Permukiman, Air Minum dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel. Tim konsultan Perencana yang dikepalai Johan Prasetyo, meninjau beberapa lokasi stadion mulai dari halaman, hall depan hingga tribun VIP.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor telah menegaskan kesiapan Pemprov Kalsel untuk segera melakukan renovasi stadion kebanggaan Banua dan warga Banjarmasin tersebut.
“Saya sudah perintahkan Dinas terkait. Yang namanya olahraga terutama sepak bola tentu memerlukan stadion yang bagus. Tapi, semua memang harus bertahap,” ujar Paman Birin.
Paman Birin juga siap mendukung penuh setiap proses dan tahapan renovasi markas Barito Putera dan Peseban Banjarmasin tersebut. “Pastinya saya mendukung penuh. Lagi pula dahulu saya sempat menjadi penjaga karcis di stadion yang bersejarah ini,” jelasnya.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar pun mengungkapkan, setelah menjalin musyawarah dengan pihak terkait terutama suporter. Maka tim mulai meninjau beberapa sektor yang menjadi pusat perhatian untuk dilakukan perbaikan.
“Lebih jelasnya, bisa kepada tim konsultan perencana. Namun, memang harus diketahui semua dilakukan secara bertahap. Kami mohon doa masyarakat Banua semoga semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, Johan Prasetyo kepada Radar Banjarmasin di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Selasa (26/3) kemarin menjelaskan, ada beberapa titik yang menjadi pusat perhatian mereka.
“Kami sudah menyusuri mulai dari hall depan hingga tribun VIP yang menjadi perhatian. Hasilnya memang tribun VIP ini memang sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus,” ungkapnya.
Mengenai rancangan seperti apa bentuk baru tribun VIP. Johan mengungkapkan hal tersebut mengacu kepada berbagai hal. Pertama, sesuai standar nasional atau internasional. “Untuk internasional rasanya belum bisa, karena lahan salah kendalanya. Jadi, untuk nasional saya kira sudah cukup,” katanya.
Terlebih untuk lapangan dan lintasan lari yang berada di sisi lapangan, dinilai Johan masih memenuhi standar nasional. “Masalahnya memang ketinggian untuk penonton menyaksikan pertandingan ini kurang. Bahkan tribun VIP masih kalah dengan tribun tertutup timur dan barat yang bisa menyaksikan pertandingan dengan ketinggian yang cukup,” nilainya.
Meski demikian, tribun VIP bukan menjadi satu-satunya yang menjadi fokus utama. “Hal penting lainnya adalah drainase. Letak tribun VIP yang lebih rendah dari saluran jalan membuat air tidak bisa mengalir ke jalan. Itu yang membuat banjir dan tergenang di bawah tribun VIP. Itu yang akan kita benahi,” ungkapnya.
Untuk lebih lanjut, Johan mengungkapkan ada berbagai cara yang akan dilakukan. “Apakah hanya drainase saja, atau hingga ke bagian struktural. Nah, itu yang kami pelajari selanjutnya,” tutupnya.
Selain itu, sesuai masukan dari berbagai kalangan, mulai dari tim Barito Putera, suporter hingga media. Selain tribun VIP dan drainase, beberapa sektor juga menjadi perhatian renovasi, mulai dari genset, lampu stadion, pemotongan pagar tribun, bench pemain, tribun media, lapangan, penambahan kapasitas tribun, musala tribun terbuka, kamar ganti pemain meliputi toilet dan pemandian air panas. Juga Ruang wasit dan perangkat pertandingan, Ruang medis dan drainase akan direncanakan. (bir/ema)
Editor : Muhammad Helmi