‎Tinjau Posko Karhutla Banjarbaru, Wapres Gibran Sampaikan Permohonan Maaf ke Warga Kalsel

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:29 WIB
SAMBUTAN: Wapres RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).
SAMBUTAN: Wapres RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Gibran tiba di Posko Karhutla Jalan Tegal Arum, Banjarbaru, pada siang hari. Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Wapres menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi udara yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” ujar Gibran.

Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Meski kualitas udara masih menjadi persoalan, Gibran memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk menangani karhutla.

Menurutnya, penanganan di lapangan harus dilakukan secara cepat dan tepat agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampak kabut asap terhadap masyarakat bisa segera ditekan.

“Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” tegasnya.

Gibran menyebut pemulihan kualitas udara menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Ia ingin aktivitas masyarakat kembali normal dan dampak kabut asap tidak terus mengganggu kesehatan warga.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap aktivitas belajar mengajar. Gibran tidak ingin anak-anak harus terus terganggu akibat kualitas udara yang buruk.

Kepala Daerah Diminta Tak Hanya Duduk di Balik Meja

Tak hanya meminta optimalisasi penanganan, Gibran juga memberikan instruksi kepada seluruh kepala daerah di Kalsel agar aktif turun ke lapangan.

Ia meminta kepala daerah tidak sekadar memantau perkembangan karhutla dari balik meja. Lokasi-lokasi yang rawan kebakaran harus dipantau secara berkala.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap titik panas atau hotspot yang muncul bisa segera ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Untuk kepala daerah harus selalu hadir di lapangan. Pastikan titik-titik baru hotspot benar-benar bisa teratasi, sehingga nanti ke depan ini semuanya bisa terkendali,” pungkas Gibran.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
banjarbaru Wapres Gibran Posko Karhutla