Gus Kikin Terpilih jadi Ketua PBNU, Raih Suara Tertinggi di Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35

admin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:29 WIB
TERPILIH: Meraih suara tertinggi, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. (Foto: Novia Herawati/Jawa Pos)
TERPILIH: Meraih suara tertinggi, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. (Foto: Novia Herawati/Jawa Pos)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JOMBANG – KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode atau masa khidmat 2026-2031. Keputusan tersebut diambil melalui rapat Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8) pagi.

“Rapat yang kami laksanakan tadi pagi (kemarin) sebuah musyawarah mufakat, dan ini adalah mekanisme yang pertama kita lakukan dalam kepengurusan di PBNU,” kata salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar menyampaikan, Senin (31/8).

Musyawarah AHWA berlangsung di Dalem Kasepuhan, kediaman KH Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Setelah membahas lima nama calon Ketua Umum PBNU yang dinyatakan memenuhi syarat, sembilan anggota AHWA akhirnya mencapai kesepakatan dan menetapkan keputusan melalui musyawarah mufakat.

Dengan keputusan tersebut, Gus Kikin resmi menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. “Anggota AHWA secara mufakat memutuskan memilih KH Abdul Hakim atau Gus Kikin,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gus Kikin menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Dalam penjaringan calon Ketua Umum PBNU, ia meraih suara tertinggi dengan 472 suara dari total 2.397 suara yang masuk.

Selain Gus Kikin, ada empat nama lain yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, dj antaranya KH Zulfa Musthofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghofar Rozin.

Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, ia merupakan cicit ulama pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Ia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020.

Penetapan Gus Kikin melalui mekanisme AHWA sekaligus menandai berakhirnya proses pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (jp/az/mof)

Editor : Arief M
Sumber : Jawa Pos
Nahdlatul Ulama pbnu