RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Upaya mengungkap penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam kini memasuki tahap investigasi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim khusus ke lokasi untuk menyelidiki insiden yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan penumpang.
KNKT memastikan tiga investigator sudah berada di lapangan sejak malam kejadian. Namun hingga kini, KNKT belum dapat menyimpulkan dugaan awal penyebab kecelakaan. Proses pengumpulan data dan fakta masih berlangsung di lokasi kejadian.
Sebelumnya, Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, menyebut timnya bekerja intensif sejak awal kejadian. “Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelumnya melaporkan bahwa seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di sembilan rumah sakit di sekitar Bekasi Timur, termasuk RS Keluarga Primaya Bekasi Timur dan RSUD Bekasi Timur.
Sementara, berdasarkan data terbaru, 14 penumpang dilaporkan meninggal dunia. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan kondisi korban terus dipantau dan mendapatkan penanganan medis optimal. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh KAI bersama asuransi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. “Kami menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kami atas kejadian ini,” kata Anne.
KAI juga menegaskan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah dievakuasi dalam kondisi selamat. Fokus penanganan kini diarahkan pada penumpang KRL Commuter Line yang terdampak langsung.
Sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi atas kecelakaan kereta tersebut yang turut melibatkan mobil taksi listrik yang menerobos perlintasan kereta tanpa palang pintu di kawasan Bulak Kapal, Bekasi. “Kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana,” kata Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Selasa pagi (28/4).
Ia memahami banyaknya perlintasan kereta yang belum terdapat palang pintu. Hal itu tak dipungkiri dapat memicu terjadinya kecelakaan. “Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya,” ujarnya.
Prabowo memastikan akan segera menyelesaikan permasalahan perlintasan kereta di kawasan Bulak Kapal. Hal itu dengan dilakukan pembangunan flyover. “Kita segera akan atasi. Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat sangat penting, sangat sangat mendesak,” ucapnya.
Editor : Arief