MARTAPURA – Pembeli Kambang Barenteng tidak didominasi kaum Muslim Martapura. Tradisi menghias dengan latar kembang khas Martapura ini disukai non muslim, seperti kaum Tionghoa.
Acil Norziah menyatakan, bila ada peringatan hari besar cina, orang Tionghoa pasti datang ke pasar kembang. dagangan juga laku. Pembeli dari kepercayaan berbeda itu langsung dari luar kota ke Pasar Martapura.
“Kambang Barenteng punya kelebihannya. kuat selama tiga hari tidak membusuk. Beda kembang yang beli satuan dan dimasukkan dalam plastik,” ungkapnya, Jumat (15/2 /2019) pagi.
Dirinya tidak mengetahui fungsi kambang barenteng yang dipakai oleh orang Tionghoa. Menurutnya, selama ada orang yang melakukan ritual keagamaan, kematian, pengantian, dan menyambut tamu, kambang barenteng pasti salah satu perlengkapan yang diperlukan.
Terkadang, turis asing tertarik dengan kembang barenteng. Mampir ke meja pajang kembang. Mampir untuk belanja. Mereka rajin bertanya bunga yang dijual. Ketertarikan pertama para turis menyaksikan warna warni kembang.(mam/ema)
Editor : Arief