Vaksin HPV Baru 50 Persen, Dinkes Banjarmasin Kejar Target 90 Persen

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:41 WIB
ANAK SEKOLAH: Dinas Kesehatan Banjarmasin menargetkan 5.743 siswi sekolah dasar mendapatkan imunisasi vaksin HPV dengan target cakupan BIAS sebesar 90 persen.
ANAK SEKOLAH: Dinas Kesehatan Banjarmasin menargetkan 5.743 siswi sekolah dasar mendapatkan imunisasi vaksin HPV dengan target cakupan BIAS sebesar 90 persen.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin masih mengejar capaian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan usia sekolah. Hingga awal September 2026, realisasinya baru berada di kisaran 50 persen dari target.

Program yang menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tersebut masih berlangsung hingga September. Dinkes menargetkan rekapitulasi capaian secara menyeluruh dapat dirilis pada awal Oktober mendatang.

Tahun ini, Pemko Banjarmasin menargetkan 5.743 siswi mendapatkan imunisasi HPV dengan target cakupan BIAS mencapai 90 persen.

Sasar Siswi Kelas 5 SD hingga Pesantren

Pengelola Program Imunisasi Dinkes Banjarmasin, Misfallah, mengatakan sasaran utama vaksinasi HPV gratis adalah anak perempuan kelas 5 SD, MI, serta santri di pondok pesantren atau anak berusia sekitar 11 tahun.

“Yang menjadi sasaran utama adalah anak perempuan kelas 5 atau usia 11 tahun,” jelasnya, Selasa (8/9/2026).

Dinkes juga berupaya menjangkau anak perempuan yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal, termasuk mereka yang putus sekolah.

Pendataan dilakukan melalui kelurahan, sedangkan pelayanan imunisasi dapat diberikan di puskesmas setempat.

Sementara bagi masyarakat di luar kelompok sasaran yang ingin mendapatkan vaksinasi HPV secara mandiri, layanan dapat diakses melalui dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Capaian 2025 Belum Sentuh Target Nasional

Target tinggi tahun ini tidak terlepas dari evaluasi pelaksanaan vaksinasi sebelumnya.

Pada 2025, vaksinasi HPV di Banjarmasin hanya menjangkau 4.154 siswi dari target 5.796 anak. Artinya, capaian tahun lalu berada di sekitar 72 persen dan masih di bawah target cakupan nasional sebesar 90 persen.

Dari 28 puskesmas yang ada di Banjarmasin, sejumlah wilayah juga masih mencatat capaian rendah.

Puskesmas Pekapuran Raya di Banjarmasin Selatan menjadi salah satu wilayah dengan capaian terendah. Disusul Puskesmas Banjarmasin Indah di Banjarmasin Barat dan Puskesmas Terminal di Banjarmasin Timur yang capaiannya masih sekitar 53 persen.

Penolakan Orang Tua Masih Jadi Tantangan

Misfallah mengungkapkan, kendala terbesar dalam mengejar capaian vaksinasi bukan semata persoalan teknis di lapangan. Penolakan dari sebagian orang tua masih menjadi salah satu hambatan utama.

Sebagian orang tua, kata dia, beranggapan anak yang dalam kondisi sehat belum membutuhkan imunisasi.

Informasi keliru mengenai vaksin HPV yang beredar di masyarakat serta faktor kepercayaan juga turut memengaruhi keputusan orang tua.

“Ada orangtua yang merasa anaknya sehat jadi tidak perlu divaksin,” ungkapnya.

Kekhawatiran terhadap efek samping juga menjadi pertimbangan. Demam atau nyeri di sekitar lokasi suntikan dikhawatirkan membuat anak tidak bisa beraktivitas seperti biasa dan justru menambah beban ekonomi keluarga.

Edukasi Digencarkan Sebelum Vaksinasi

Untuk mengatasi keraguan tersebut, Dinkes tidak hanya memberikan edukasi saat pelaksanaan vaksinasi. Komunikasi lintas sektor telah dibangun sejak sebelum program dimulai pada Agustus.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Banjarmasin untuk mengawal pelaksanaan vaksinasi di SD, MI hingga pondok pesantren.

Dinkes juga melibatkan penyuluh agama untuk menjawab kekhawatiran masyarakat dari sisi keagamaan. Dokumen resmi terkait kehalalan vaksin HPV turut disebarkan secara berjenjang.

Materi edukasi diberikan dari tingkat dinas kepada kepala sekolah dan wali kelas. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada orang tua melalui grup perpesanan.

Sosialisasi juga diperkuat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Banjarmasin melalui konten promosi kesehatan di videotron dan media sosial.

Dukungan kepala daerah dan pimpinan instansi turut diberikan melalui video ajakan agar orang tua tidak ragu membawa anak mengikuti imunisasi HPV.

Dinkes Siapkan Vaksinasi Susulan

Pelaksanaan di lapangan juga dibuat fleksibel. Dinkes menyesuaikan jadwal dengan kondisi sekolah maupun kesehatan peserta didik.

Anak yang belum dapat menerima vaksin pada jadwal awal tidak langsung kehilangan kesempatan. Dinkes menyiapkan kunjungan susulan agar sasaran yang tertunda tetap mendapatkan imunisasi.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih berlangsung hingga September, Dinkes berharap capaian vaksinasi HPV 2026 dapat melampaui realisasi tahun sebelumnya sekaligus mendekati target cakupan 90 persen.

Editor : Eddy Hardiyanto
Vaksin HPV Dinkes Banjarmasin target