Imbas Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Balangan Melonjak 30 Persen

M Dirga • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:17 WIB
DAMPAK KABUT ASAP: Kondisi langit Kabupaten Balangan yang diselimuti kabut asap sisa kebakaran lahan. Dinkes Balangan mencatat 10.637 kasus ISPA sepanjang tahun ini.
DAMPAK KABUT ASAP: Kondisi langit Kabupaten Balangan yang diselimuti kabut asap sisa kebakaran lahan. Dinkes Balangan mencatat 10.637 kasus ISPA sepanjang tahun ini.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membawa dampak serius terhadap kesehatan warga Kabupaten Balangan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat melonjak hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan mencatat sebanyak 10.637 kasus ISPA sepanjang tahun berjalan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 8.183 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, Juhriadi, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat cukup intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Kasus Melonjak pada Pekan ke-29

Lonjakan paling tinggi terjadi pada minggu ke-29, ketika jumlah kasus mencapai 366 kasus. Angka tersebut naik 41,9 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 271 kasus.

"Kenaikan keluhan ISPA yang intensif dimulai pada minggu ke-28 hingga ke-33 tahun ini dengan total 2.037 kasus atau rata-rata 335 kasus per minggunya," kata Juhriadi, Kamis (3/9).

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap karhutla.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Untuk menekan risiko paparan polutan, Dinkes Balangan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.

Masyarakat juga diminta menunda sementara kegiatan olahraga maupun aktivitas lain yang membutuhkan waktu cukup lama di ruang terbuka.

"Kami menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan sementara waktu, termasuk menunda kegiatan olahraga. Meskipun sudah menggunakan masker, tetap ada potensi terpapar asap," tegasnya.

Kualitas Udara Sempat Sangat Berbahaya

Lonjakan kasus ISPA tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara di Balangan akibat kabut asap karhutla.

Sebelumnya, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan konsentrasi partikulat udara di wilayah Balangan sempat mencapai 794,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu pagi.

Angka tersebut masuk kategori sangat berbahaya, terutama akibat asap dari kebakaran lahan gambut.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta lebih waspada. Paparan asap dan partikulat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Editor : Eddy Hardiyanto
kasus ISPA Kabut Asap Balangan