RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Dokter Spesialis Anak dr. Naila Ismiana, M.Sc., Sp.A., mengingatkan masyarakat agar mewaspadai heatstroke, dehidrasi, hingga infeksi saluran pernapasan yang berisiko meningkat saat suhu udara tinggi.
Menurut dr. Naila, heatstroke merupakan kondisi darurat medis ketika tubuh kehilangan kemampuan mengendalikan suhu. Kondisi ini ditandai suhu tubuh yang dapat melebihi 40 derajat Celsius, disertai pusing, mual, kulit memerah, hingga penurunan kesadaran.
"Heatstroke merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengancam jiwa jika terlambat mendapatkan penanganan medis," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (7/7/2026).
Anak-anak dan Pekerja Lapangan Rentan
Selain heatstroke, dr. Naila mengatakan masyarakat juga perlu mewaspadai dehidrasi akibat berkurangnya cairan tubuh. Gejalanya meliputi rasa haus berlebihan, urine berwarna pekat, tubuh lemas, hingga pusing.
Anak-anak juga lebih rentan mengalami biang keringat atau miliaria akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat. Kondisi tersebut biasanya ditandai munculnya bintik-bintik merah yang terasa gatal.
Di sisi lain, udara panas dan kering dapat memicu iritasi saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Suhu tinggi juga mempercepat pertumbuhan bakteri dan virus pada makanan maupun minuman. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan makanan, sanitasi lingkungan, serta memastikan air minum telah dimasak hingga matang.
Perbanyak Minum Air Putih
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, dr. Naila mengimbau masyarakat memperbanyak minum air putih, mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik.
Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, masyarakat harus segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala heatstroke, seperti suhu tubuh sangat tinggi, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga pingsan.
Sementara itu, Rizal, pekerja lapangan di Amuntai, mengaku cuaca panas beberapa hari terakhir membuat aktivitasnya semakin berat.
"Siang hari suhunya terasa sangat panas, sekitar 37 sampai 40 derajat. Tubuh cepat haus dan mudah lelah, apalagi kami yang bekerja di luar ruangan," katanya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno