BANJARMASIN – Lonjakan jumlah penduduk di kawasan Sungai Andai membuat kebutuhan layanan kesehatan tingkat lanjutan tak lagi bisa ditunda. Pemerintah Kota Banjarmasin didorong segera menyiapkan pembangunan Puskesmas Rawat Inap yang diproyeksikan meningkat status menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe D.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menyebut Sungai Andai kini menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penduduk tercepat di kota ini. Jumlah penduduknya hampir menyentuh 50 ribu jiwa. “Kalau penduduk sudah di angka itu, sesuai standar Kementerian Kesehatan, wilayah tersebut memang harus memiliki rumah sakit,” ujar Ramadhan, Jumat (16/1).
Kepala DP3A Kota Banjarmasin itu menjelaskan, standar rasio pelayanan kesehatan menetapkan satu tempat tidur untuk setiap seribu penduduk. Dengan kepadatan warga yang terus meningkat, keberadaan RS Tipe D dengan minimal 50 tempat tidur dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Pembangunan direncanakan dilakukan secara bertahap. Pada 2026, fokus diarahkan pada pembangunan fisik puskesmas rawat inap. Selanjutnya, pada 2027, layanan rawat inap mulai dioperasikan. Dalam kurun tiga tahun berikutnya, fasilitas serta peralatan medis akan dilengkapi untuk mendukung peningkatan status menjadi RS Tipe D.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menyaring pasien agar tidak langsung memadati rumah sakit besar di pusat kota. “Ini bagian dari upaya preventif-promotif. Pasien bisa tertangani lebih awal di wilayahnya,” jelasnya.
Selain Sungai Andai, Pemko Banjarmasin juga merancang penambahan puskesmas rawat inap di sejumlah kawasan strategis lain pada periode 2027–2028. Wilayah yang masuk perencanaan antara lain Kelayan Timur, Sungai Bilu, dan Alalak Selatan. “Target besarnya, ada lima puskesmas rawat inap yang tersebar merata di penjuru kota,” rinci Ramadhan.
Rencana tersebut disambut positif warga. Farid, warga Sungai Andai, menilai kehadiran rumah sakit di wilayahnya akan sangat membantu masyarakat. “Kalau benar-benar jadi rumah sakit, kami sangat sangat terbantu. Selama ini kalau mau rawat inap harus ke pusat kota, jaraknya jauh dan sering penuh. Harapannya bukan cuma bangunan, tapi juga dokternya lengkap dan pelayanannya siap,” pesannya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief