Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

STIKES ISFI Banjarmasin Berhasil Olah Limbah Daun Bawang Dayak Jadi Sabun Cair Antiseptik

Raudah Anisya • Senin, 6 Oktober 2025 | 05:39 WIB
TIM RISET: STIKES ISFI Banjarmasin berhasil olah limbah daun bawang dayak jadi sabun cair antiseptik dan siap untuk dihilirisasi.Foto:STIKES ISFI Banjarmasin
TIM RISET: STIKES ISFI Banjarmasin berhasil olah limbah daun bawang dayak jadi sabun cair antiseptik dan siap untuk dihilirisasi.Foto:STIKES ISFI Banjarmasin

BANJARMASIN — STIKES ISFI Banjarmasin kembali menorehkan prestasi riset. Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, apt Erna Prihandiwati SF M Farm beserta dengan tim ditetapkan sebagai penerima Hibah Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2025. 

Melalui skema ini, Erna beserta anggota peneliti dari dosen dan mahasiswa berhasil mengembangkan sabun cair antiseptik berbasis limbah daun bawang dayak (Eleutherine palmifolia L Merr) hingga siap diproduksi massal bersama mitra UMKM.

“Bawang dayak adalah kekayaan hayati Kalimantan. Daun yang kerap terbuang diolah menjadi bahan aktif antiseptik melalui ekstraksi terstandar. Ini selaras dengan ekonomi sirkular: mengurangi limbah, menambah nilai, dan membuka peluang usaha,” ujar Erna.

Proyek berfokus pada keamanan, mutu, dan khasiat. Tim akan menuntaskan rangkaian uji laboratorium mutu fisik, stabilitas, mikrobiologi, dan efektivitas antimikroba in-vitro diikuti optimasi formulasi dan uji kemasan yang ramah lingkungan.

Setelah prototipe lolos, program berlanjut ke pilot production, uji pasar terbatas di Banjarmasin, serta pendampingan legalitas (izin edar kosmetik dan sertifikasi terkait).

Bawang dayak selama ini dikenal masyarakat Kalimantan sebagai tanaman etnobotani yang kaya senyawa bioaktif.

Pemanfaatan daun bukan umbi menjadi ciri riset ini karena menjaga keberlanjutan bahan baku dan meminimalkan limbah pertanian.

Formulasi sabun dirancang lembut di kulit dengan penyesuaian pH serta penambahan humektan, sekaligus tetap efektif menurunkan jumlah mikroba di kulit sesuai tujuan antiseptik.

Secara ekonomi, program ini menargetkan kemitraan UMKM, penguatan rantai pasok lokal (petani dan penyedia bahan baku), serta penciptaan lapangan kerja di hulu hilir mulai budidaya, ekstraksi, pengemasan hingga distribusi.

Jika hasil uji pasar positif, kapasitas produksi ditingkatkan secara bertahap dengan tetap menjaga standardisasi proses.

Dengan dukungan hibah hilirisasi, produk sabun cair antiseptik berbasis bawang dayak diharapkan segera hadir sebagai inovasi lokal Kalimantan yang aman, terjangkau, dan kompetitif memberi manfaat kesehatan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Terakhir, kami ingin ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2025, Nomor: 134/LL11/KM/2025 dan kepada STIKES ISFI Banjarmasin atas dukungan institusional. Hal ini menjadi bukti torehan kampus Berdampak dari STIKES ISFI Banjarmasin," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#daun bawang #Penerima Hibah #banjarmasin #STIKES ISFI #sabun cair