RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kebakaran melanda permukiman warga di RT 06, Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (27/9/2026) petang.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga.
Kepala Desa Teluk Kepayang, Rosdeni, mengatakan dugaan tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari warga. Titik awal api disebut berasal dari rumah seorang pensiunan penjaga sekolah.
“Api berasal dari rumah pensiunan penjaga sekolah. Untuk dugaan penyebab api kemungkinan korsleting listrik, namun kita tetap menunggu pihak yang berwenang untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Api Cepat Membesar Diterpa Angin
Kobaran api dilaporkan cepat membesar karena kondisi angin yang cukup kencang. Warga bersama petugas pemadam kebakaran berupaya mencegah api merembet ke bangunan lainnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman juga melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran.
“Lima unit mobil Damkar kami kerahkan untuk melakukan pemadaman di lokasi,” ujarnya.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran sekitar pukul 21.23 WITA.
Tiga Rumah Rusak Berat
Kebakaran tersebut menyebabkan tiga rumah mengalami kerusakan berat. Satu rumah lainnya turut terdampak akibat kejadian tersebut.
Beruntung, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran itu.
Untuk sementara, warga yang rumahnya terdampak kebakaran ditempatkan di Rumah Tahfidz dan sejumlah rumah kosong milik warga di desa.
Pemerintah juga menyiapkan dapur umum melalui Dinas Sosial Tanah Bumbu untuk memenuhi kebutuhan makanan dan keperluan dasar warga terdampak.
Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik masih bersifat sementara berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa.
Editor : Eddy Hardiyanto