Tiga Jenazah Virgo Transport 8 Teridentifikasi Satu Keluarga, Operasi SAR Diperpanjang

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 14:21 WIB
TIBA: Tiga jenazah dari insiden Virgo Transport 8 asal Kalimantan Selatan tiba menggunakan KN SAR Kamajaya 104 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (18/9/2026) malam. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
TIBA: Tiga jenazah dari insiden Virgo Transport 8 asal Kalimantan Selatan tiba menggunakan KN SAR Kamajaya 104 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (18/9/2026) malam. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan tim penyelam TNI AL pada Jumat (18/9/2026) ternyata berasal dari satu keluarga asal Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketiganya merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang berangkat bersama ke Pulau Jawa untuk berziarah. 

Mereka adalah Surya (59) warga Kabupaten Tapin, serta pasangan suami istri Yuli (29) dan Muhammad Abdianoor, (30) warga Banjarmasin.

Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terjebak di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa.

Berdasarkan informasi awal dari penyelam, proses evakuasi tiga korban tidak mudah. Tim harus memecahkan bagian kaca KM Virgo Transport 8 untuk dapat menjangkau korban yang berada di dalam kapal.

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalsel Kombes M Sofwan mengatakan identitas ketiga korban dipastikan setelah dilakukan pencocokan data medis dan sidik jari.

“Yuli dan Abdianoor statusnya suami istri, dan Surya sebagai paman,” ujar Sofwan, Sabtu (19/9/2026).

Kepastian identitas tersebut sekaligus menjadi titik terang bagi keluarga yang sebelumnya menunggu kabar delapan anggota keluarganya.

Perwakilan keluarga, Husnul, sebelumnya sempat berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk menanti perkembangan pencarian.

Husnul meminta, pencarian sisa anggota keluarganya yang lain dipercepat. Sebab, lima anggota keluarga yang lain belum ditemukan.

“Sisanya belum ada kabar,” ungkapnya.

Rombongan tersebut terdiri atas tiga saudara kandung, satu kakak ipar, seorang keponakan bersama istrinya, serta dua mertua keponakannya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Surya langsung dibawa keluarga menuju Kabupaten Tapin untuk dimakamkan.

Sementara Yuli dan Abdianoor disemayamkan di Banjarmasin sebelum dimakamkan di kawasan Tatah Bangkal, Kabupaten Banjar.

Operasi Diperpanjang Tujuh Hari

Di tengah bertambahnya korban yang berhasil ditemukan, operasi pencarian KM Virgo Transport 8 resmi diperpanjang selama tujuh hari ke depan.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Basarnas berkoordinasi dengan berbagai pihak yang mendukung operasi. 

Kekuatan tambahan juga digeser ke lokasi untuk memperkuat pencarian di bawah air.

“Operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan,” kata Yudhi.

Basarnas mengerahkan personel dari KN SAR Kamajaya dan TB Jaya Dragon yang membawa tim penyelam menuju lokasi.

Kekuatan tersebut disiapkan untuk memperkuat operasi penyelaman yang sebelumnya telah dilakukan TNI AL.

Menurut Yudhi, pencarian bawah air tetap dilakukan sambil menunggu keputusan mengenai langkah salvage terhadap bangkai kapal. “Kita berusaha untuk melaksanakan pencarian di bawah air,” ujarnya.

Penambahan waktu operasi menjadi penting karena masih terdapat korban yang belum ditemukan. Pencarian juga terus diarahkan pada area bangkai kapal dan perairan di sekitarnya.

Korban Meninggal Jadi Sembilan

Dengan ditemukannya tiga jenazah tersebut, total korban meninggal dunia yang telah dievakuasi dari KM Virgo Transport 8 menjadi sembilan orang.

Dari total 243 orang dalam manifes kapal, sebanyak 117 korban telah dievakuasi. Sebanyak 108 di antaranya selamat, sedangkan sembilan lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 126 korban yang dalam pencarian.

Editor : Sutrisno
KM Virgo Transport 8 banjarmasin korban