Karhutla Desa Hiyung Tapin, Kebun Jeruk dan Cabai Warga Ikut Terbakar

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:01 WIB
PADAMKAN: Anggota Pusdalops BPBD Tapin saat mencoba memadamkan api yang membakar kebun cabai dan kebun jeruk warga di Desa Hiyung.
PADAMKAN: Anggota Pusdalops BPBD Tapin saat mencoba memadamkan api yang membakar kebun cabai dan kebun jeruk warga di Desa Hiyung.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Tapin. Kali ini, kobaran api melalap lahan perkebunan warga di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Sabtu (19/9/2026).

Tak hanya semak belukar, api juga menghanguskan sekitar 3 hektare kebun jeruk dan cabai milik warga.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.57 Wita di Desa Hiyung RT 001/RW 001.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Tapin, total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare merupakan semak belukar. Sementara 3 hektare lainnya merupakan lahan perkebunan warga.

“Untuk kebun yang terbakar, sekitar 3 hektare. Di antaranya kebun milik Nur Hayati sekitar 1 hektare dan milik Pusbandi sekitar 2 hektare,” kata Muhammad Nor, Minggu (20/9/2026).

Api Merambat ke Perkebunan Warga

Kebakaran awalnya tidak hanya mengancam lahan perkebunan. Api juga menjalar ke kawasan semak belukar di sekitar lokasi.

Kondisi lahan yang sebagian besar kering dan ditumbuhi semak membuat api lebih mudah menyebar.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan sekaligus memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.

Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama unsur TNI-Polri, BPK Margasari, TRT Al Muttaqin, BPK Darul Musthafa, BUBAR, Mandala serta masyarakat setempat.

Petugas menggunakan mesin pemadam portable untuk mempercepat proses pemadaman.

Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik api di area yang terbakar, terutama pada bagian lahan yang dipenuhi semak belukar.

“Untuk titik api sudah berangsur padam,” ujar Muhammad Nor.

Api Padam, Petugas Tetap Waspada

Meski kobaran api mulai mereda, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.

Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Langkah tersebut penting karena material semak yang terbakar dapat menyimpan bara dan kembali memicu api ketika terkena angin atau kondisi kering.

BPBD Tapin juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama selama kondisi cuaca kering.

Kebun Warga Ikut Jadi Korban

Kebakaran di Desa Hiyung menjadi perhatian karena api tidak hanya membakar semak belukar, tetapi juga merusak lahan perkebunan warga.

Sekitar 3 hektare kebun jeruk dan cabai milik Nur Hayati dan Pusbandi terdampak kebakaran.

Bagi warga, lahan perkebunan bukan sekadar area produksi, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan. Karena itu, kebakaran lahan pada musim kering berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari hasil perkebunan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Hiyung karhutla Tapin Cabai