Udara HSS Berbahaya, PM10 Capai Seribu Lebih

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:56 WIB
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah di Kecamatan Daha Selatan, HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah di Kecamatan Daha Selatan, HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Hasil pemantaua  kondisi udara di wilayah HSS  cukup mengkhawatirkan. Di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti, Kamis (17/9/2026) pukul 12.00 WITA, konsentrasi PM10 tercatat mencapai 1.497.

PM10 merupakan partikel yang dapat terhirup dan umumnya tertahan di saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan.

Sementara konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 702. Partikel ini berukuran sangat halus, yakni hingga 2,5 mikrometer atau sekitar 40 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat menembus jauh ke dalam paru-paru hingga masuk ke aliran darah.

Angka tersebut, menunjukkan kualitas udara HSS masuk kategori berbahaya. Dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Dispera KPLHP) HSS, Susilo Adianto mengatakan, kondisi kualitas udara saat ini lebih parah dibandingkan biasanya.

"Tidak biasanya keduanya tinggi. Yang dulu berbahaya di PM 2,5-nya saja, ini elemen lainnya tinggi juga," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui sejumlah grup WhatsApp. Dengan kondisi kabut asap yang pekat seperti saat ini, masyarakat diminta meminimalkan aktivitas di luar ruangan.

"Kalau tetap beraktivitas di luar ruangan diharapkan agar menggunakan masker," imbaunya.

Selain aktivitas masyarakat, kondisi udara tersebut juga menjadi perhatian dalam proses pembelajaran. Susilo menyebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS telah menyampaikan pengumuman bahwa sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi kualitas udara masih buruk.

Editor : M Oscar Fraby
ISPU Kabut Asap HSS