RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,Barabai– Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (17/9/2026) pagi. Udara terlihat berkabut dan jarak pandang di sejumlah kawasan tampak berkurang.
Asap juga terasa masuk ke lingkungan permukiman. Bau menyengat tercium di beberapa titik, sementara warga yang beraktivitas di luar rumah mulai mengeluhkan mata perih dan udara yang kurang nyaman untuk dihirup.
Kondisi tersebut sudah dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir. Riduan, warga Barabai, mengatakan kabut asap semakin terasa ketika berada di luar rumah.
“Kalau keluar rumah, mata terasa kurang nyaman, seperti perih dan pedih. Asapnya juga cukup terasa, jadi aktivitas di luar agak terganggu,” kata Riduan.
Ia mengaku tidak mengetahui pasti sumber kabut asap yang menyelimuti wilayah HST.
Namun, dengan adanya sejumlah kejadian kebakaran, ia berharap apabila asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanganannya bisa segera dilakukan.
“Kita juga tidak tahu asap ini penyebabnya dari mana. Kalau memang ada karhutla, mudah-mudahan cepat diatasi supaya kabut asap ini tidak semakin parah dan menebal,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Maulidia. Meski lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, ia mengaku bau asap tetap tercium hingga ke lingkungan tempat tinggalnya.
“Walaupun lebih banyak di rumah, asapnya tetap tercium. Kadang baunya membuat kepala terasa pusing,” katanya.
Kabut asap tersebut membuat suasana sejumlah kawasan di HST terlihat berbeda. Udara yang biasanya lebih jelas tampak berkabut, sementara aktivitas warga di luar rumah berlangsung di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
Kondisi ini terjadi di tengah cuaca yang masih panas dan kering. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kebakaran juga terjadi di wilayah HST.
Pada Kamis (10/9/2026), kebakaran di Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), berdampak terhadap 11 rumah dan satu gudang.
Selanjutnya, Senin (14/9/2026), tiga rumah warga di Desa Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan, ludes terbakar.
Sehari kemudian, Selasa (15/9/2026), empat rumah warga di Desa Murung Taal, Kecamatan LAS, juga terbakar.
Terbaru, Rabu (16/9/2026) pagi, kebakaran kembali terjadi di Desa Tabudarat Hilir, Kecamatan LAS, yang berdampak terhadap tujuh bangunan.
Rangkaian kebakaran tersebut terjadi saat kondisi cuaca masih panas dan kering. Untuk penyebab masing-masing kebakaran masih dalam penyelidikan.
Di tengah kabut asap yang semakin terasa, warga berharap sumber-sumber kebakaran dapat segera ditangani. Mereka juga berharap kondisi udara kembali membaik sehingga aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
Editor : M Oscar Fraby