RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI — Warga Desa Kota Raden Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara (HSU), dikejutkan kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang produksi kerajinan bidai kayu, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 Wita, saat sebagian besar warga sedang terlelap. Api pertama kali diketahui setelah terdengar suara gemeretak dari arah gudang.
Mardani, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, keluar untuk mencari sumber suara tersebut. Betapa kagetnya dia ketika melihat kobaran api sudah muncul dari bagian tengah gudang.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan dan berupaya membantu memadamkan api. Namun, banyaknya material kayu di dalam gudang membuat api dengan cepat membesar dan melahap bangunan.
Gudang Kosong, Api Tetap Mengamuk
Gudang tersebut diketahui milik Ridani alias Dani Bidai, warga Desa Kota Raden Hilir RT 003. Bangunan itu digunakan untuk memproduksi sekaligus menyimpan kerajinan bidai berbahan kayu.
Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi tidak beroperasi.
Relawan pemadam kebakaran HSU kemudian berjibaku memadamkan api. Sekitar 30 menit setelah kebakaran diketahui, kobaran api berhasil dikendalikan.
Meski pemadaman berlangsung relatif cepat, bangunan gudang tidak dapat diselamatkan. Seluruh bagian bangunan hangus terbakar.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulistono membenarkan kejadian tersebut.
Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Saat kejadian, gudang dalam kondisi tidak beroperasi. Asal api masih dalam penyelidikan,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Polisi Pasang Garis, Penyebab Api Masih Misterius
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan HSU Asikin Noor melalui Edy Saputra mengatakan, objek yang terbakar merupakan gudang milik Ridani di Desa Kota Raden Hilir.
Petugas pemadam bersama kepolisian melakukan pendataan dan dokumentasi di lokasi kejadian. Garis polisi juga dipasang untuk mendukung proses penyelidikan.
Hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana api berasal dan apa penyebab kebakaran.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu serta keberadaan material kayu untuk produksi kerajinan diduga membuat api cepat membesar hingga menghanguskan seluruh gudang.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Editor : Eddy Hardiyanto