Karhutla Mengganas di Tapin, Api Dekati Permukiman Warga

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 08:21 WIB
JALUR SUNGAI: Petugas harus menggunakan jalur sungai untuk memadamkan karhutla di Desa Batalas dan Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin yang mendekati permukiman warga.
JALUR SUNGAI: Petugas harus menggunakan jalur sungai untuk memadamkan karhutla di Desa Batalas dan Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin yang mendekati permukiman warga.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Tapin. Sekitar tujuh hektare lahan semak dan pepohonan terbakar di Desa Batalas dan Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Sabtu (12/9/2026) malam.

Kobaran api bahkan berada tak jauh dari rumah warga. Video yang beredar di masyarakat memperlihatkan api membesar di kawasan yang berdekatan dengan permukiman.

Kondisi ini membuat petugas bergerak cepat untuk mencegah api merambat dan mengancam keselamatan warga.

Titik Api Sulit Dijangkau, Petugas Gunakan Jalur Sungai

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 Wita.

Berdasarkan informasi sementara Pusdalops-PB BPBD Tapin, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare.

“Jenis lahannya semak dan pepohonan. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujarnya, Minggu (13/9/2026) pagi.

Penanganan tidak mudah. Lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga petugas harus menggunakan jalur sungai untuk mencapai titik api.

Akses yang terbatas membuat upaya pemadaman membutuhkan pengerahan personel dan peralatan secara bersama-sama.

Gabungan Petugas Dikerahkan, Api Dekat Rumah Berhasil Dipadamkan

TRC BPBD Tapin bersama TNI, Polri, Destana Hiyung, TRT, PT HRS, BPK dari Hulu Sungai Selatan, BPK Barito Kuala, Bapara Tapin, Balakar, serta masyarakat setempat turun melakukan pemadaman.

Petugas menggunakan mesin portable untuk mengendalikan kobaran api. Pemadaman difokuskan untuk mencegah api menjalar lebih dekat ke kawasan permukiman.

Muhammad Nor memastikan titik api yang berada atau mendekati permukiman telah berhasil dipadamkan.

“Untuk titik api yang mendekati pemukiman sudah padam,” katanya.

Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api, terlebih lahan yang terbakar didominasi semak dan pepohonan.

Akses Terbatas Jadi Tantangan

Karhutla di Batalas dan Teluk Haur kembali memperlihatkan tantangan penanganan kebakaran lahan di wilayah dengan akses terbatas.

Jalur sungai menjadi akses penting bagi petugas untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut membuat kecepatan penanganan menjadi faktor penting agar api tidak meluas dan semakin dekat dengan permukiman.

BPBD Tapin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika menemukan kemunculan titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Warga diminta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Sebab, titik api yang berada dekat permukiman bukan hanya mengancam lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera dikendalikan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Permukiman Warga karhutla Tapin