Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Amuntai Utara, 15 Rumah Terdampak

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:16 WIB
RUSAK: Petugas melakukan pendataan rumah warga yang terdampak angin kencang di Kecamatan Amuntai Utara, Senin (7/9/2026).
RUSAK: Petugas melakukan pendataan rumah warga yang terdampak angin kencang di Kecamatan Amuntai Utara, Senin (7/9/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Angin kencang yang diduga puting beliung menerjang sejumlah permukiman warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (7/9) sekitar pukul 15.30 Wita.

Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Amuntai Utara terdampak. Puluhan warga ikut merasakan dampak kejadian tersebut, sementara sejumlah rumah dan bangunan mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, lokasi terdampak meliputi Desa Sungai Turak Dalam, Desa Kuangan, dan Desa Muara Baruh.

11 Rumah Terdampak di Sungai Turak Dalam

Dampak paling banyak tercatat di Desa Sungai Turak Dalam. Sebanyak 11 rumah warga di RT 005 terdampak angin kencang.

Sebanyak 11 kepala keluarga dengan total 37 jiwa tercatat terdampak dalam kejadian tersebut.

Rumah-rumah itu masing-masing milik Aminudin, Arpani, Rahmani, Jumaidi, Rusmina, Kudrat Tullah, Matnor, Syarkawi, Markuni, Rusidah, dan Mahdani.

Sementara di Desa Kuangan, satu rumah milik Abidin di RT 002 mengalami kerusakan sekitar 20 persen. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa.

Tiga Rumah dan Kandang Ayam Ikut Terdampak

Di Desa Muara Baruh, angin kencang juga merusak tiga bangunan rumah dan satu bangunan kandang ayam. Seluruh bangunan terdampak berada di RT 004.

Kepala Pelaksana BPBD HSU H. Syamrani melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sugianor mengatakan, jumlah kerusakan yang tercatat hingga kini masih bersifat sementara.

“Sebagian tingkat kerusakan masih belum dinilai. Kami masih menunggu laporan dari pihak desa terkait rumah maupun bangunan yang terdampak,” kata Sugianor kepada media ini, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, laporan dari pemerintah desa nantinya akan diverifikasi kembali oleh BPBD HSU. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan penanganan dan bantuan yang dibutuhkan warga.

“Setelah laporan dari desa masuk, data akan kami verifikasi kembali. Hasilnya kemudian disampaikan kepada dinas terkait untuk penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

BPBD Siapkan Penanganan Pascabencana

Penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada kerusakan bangunan. BPBD HSU juga berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Untuk kebutuhan pemulihan, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, termasuk dukungan untuk pemulihan trauma pascabencana,” jelas Sugianor.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD HSU H. Parnami telah melakukan koordinasi lintas bidang untuk mempercepat penanganan pascabencana.

BPBD HSU masih memutakhirkan data kerusakan di lapangan. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai angin kencang.

Editor : Eddy Hardiyanto
rumah Amuntai Utara puting beliung