Api Lahap Kandang, 80 Ekor Itik di Banyu Tajun Dalam HSU Terpanggang

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:01 WIB
LOKASI: Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar rumah dan kandang itik di RT 02 Desa Banyu Tajun Dalam, Kecamatan Sungai Pandan, HSU, Jumat (4/9/2026).
LOKASI: Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar rumah dan kandang itik di RT 02 Desa Banyu Tajun Dalam, Kecamatan Sungai Pandan, HSU, Jumat (4/9/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Panas menyengat di tengah musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam. Jumat (4/9/2026) siang, kobaran api tiba-tiba membakar dua kandang ternak unggas di RT 02, Desa Banyu Tajun Dalam, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Api dengan cepat membesar dan melahap kandang itik milik warga.

Puluhan unit pemadam kebakaran dari Kota Amuntai bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) HSU langsung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi.

Kondisi kemarau membuat sejumlah titik air sulit ditemukan. Pasokan air dari mobil tangki pun diperlukan untuk membantu proses pemadaman.

Setelah sekitar 30 menit berjibaku, petugas bersama relawan akhirnya berhasil menguasai kobaran api.

Meski api utama telah padam, proses pembasahan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Semak Kering Picu Kekhawatiran Api Menjalar

Kondisi sekitar lokasi yang dipenuhi semak-semak kering membuat petugas harus tetap waspada.

Material yang mudah terbakar tersebut berpotensi membuat api kembali muncul atau menjalar ke area lain apabila masih terdapat bara yang tersisa.

Petugas pun melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya kembali api.

Kepala Damkar HSU Asikin Noor melalui anggota Damkar HSU Edy Saputra mengatakan, berdasarkan data sementara, kebakaran menghanguskan kandang itik milik dua warga.

“Data sementara, kandang itik milik H Yusuf terbakar 100 persen. Di dalamnya terdapat sekitar 80 ekor itik petelur,” ujar Edy kepada media ini.

Selain kandang milik H Yusuf, kandang itik milik Syahril juga terdampak.

Kandang tersebut dalam kondisi kosong saat kejadian. Tingkat kerusakannya diperkirakan mencapai 40 persen.

Diduga Korsleting, Penyebab Pasti Masih Didata

Informasi awal dari Ketua RT 02, Asbullah, menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir.

Polisi masih melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Iptu Asep mengatakan, petugas masih mengumpulkan informasi di lapangan.

“Informasi sementara diduga akibat arus pendek. Untuk penyebab pasti dan kerugian masih belum dapat dipastikan karena anggota masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Asep.

Ia membenarkan kebakaran berdampak pada rumah dan kandang unggas milik warga.

Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada

Kebakaran ini kembali menjadi pengingat bahwa kondisi panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran.

Api dapat lebih cepat membesar ketika berada di sekitar material kering, termasuk semak dan rerumputan yang kehilangan kadar air.

Asep mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap berbagai sumber api dan instalasi listrik.

“Pada kondisi kemarau seperti ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap sumber api,” imbaunya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Terpanggang HSU kandang