Anjing Positif Rabies Serang Lansia di HSS, Korban Alami Luka Parah

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RABIES: Bangkai anjing yang dipastikan positif rabies setelah hasil uji laboratorium. Hewan tersebut sebelumnya menyerang seorang lansia di Desa Pandulangan, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan. (Foto: Warga Pandulangan untuk Radar Banjarmasin)
RABIES: Bangkai anjing yang dipastikan positif rabies setelah hasil uji laboratorium. Hewan tersebut sebelumnya menyerang seorang lansia di Desa Pandulangan, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan. (Foto: Warga Pandulangan untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN – Seorang lansia bernama Arpah (69), warga Desa Pandulangan, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mengalami luka parah setelah diserang seekor anjing yang belakangan dipastikan positif rabies, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.

Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan.

Kepala Desa Pandulangan, Suriani membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kondisi korban cukup memprihatinkan akibat gigitan anjing tersebut.

"Betul, tadi malam waktu saya menjenguk korban di rumah sakit, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah, bagian tangan yang mengakibatkan jari patah, dan kalau tidak salah juga bagian kaki," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Korban Diserang Saat Hendak ke Kebun

Peristiwa itu terjadi ketika Arpah berjalan menuju kebun karet. Di saat bersamaan, seekor anjing yang diduga sudah terinfeksi rabies berada di sekitar kandang sapi milik warga.

Basri, saksi mata sekaligus pemilik kandang sapi mengatakan sebelum menyerang korban, anjing tersebut lebih dulu mengganggu ternaknya.

"Saya mendengar sapi saya bersuara, kemudian terdengar suara teriakan orang minta tolong. Saya pun bergegas menuju lokasi," katanya.

Saat tiba di lokasi, Basri melihat korban sudah mengalami luka-luka dan terus dikejar anjing tersebut.

Ia kemudian menghadang anjing yang masih agresif. Hewan itu sempat berbalik menyerangnya hingga pakaian yang dikenakannya robek.

"Saya juga sempat diserang anjing, pakaian saya sampai robek. Tapi karena saya membawa parang, saya lawan anjing tersebut hingga anjingnya mati. Alhamdulillah saya tidak mengalami luka apa-apa," ungkap Basri.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, warga bersama aparat desa segera mengevakuasi korban menggunakan mobil pikap desa menuju RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan.

"Korban dibawa menggunakan mobil pikap desa ke Rumah Sakit Hasan Basry," kata aparat Desa Pandulangan, Ahmad Saufi Sabana.

Positif Rabies, Warga Diminta Waspada

Setelah anjing tersebut mati, tim dokter hewan mengambil bagian kepala untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Banjarbaru. Hasil uji laboratorium memastikan anjing tersebut positif terinfeksi virus rabies.

"Kabar dari dokter hewan, dari hasil tes laboratorium anjing tersebut dinyatakan positif rabies," ujar Suriani.

Hingga Kamis (6/8/2026), Arpah masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pemerintah Desa Pandulangan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya hewan lain yang terinfeksi rabies.

"Anjing rabies ini baru kami lihat saat kejadian ini. Sebelumnya tidak pernah ada berkeliaran. Kepada masyarakat diimbau waspada," pungkas Suriani.

Rabies merupakan infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini menular melalui gigitan, cakaran, maupun air liur hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kera, dan kelelawar.

Penanganan medis secepat mungkin setelah gigitan sangat penting untuk mencegah berkembangnya infeksi. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
anjing positif rabies rabies Hulu Sungai Selatan lansia diserang anjing korban gigitan rabies Desa Pandulangan HSS