RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Lima hari setelah kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, yang menewaskan tujuh orang, Polres Tanah Bumbu belum mengumumkan hasil penyelidikan kasus tersebut.
Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eko Guntar mengatakan pihaknya masih menyiapkan rilis resmi terkait hasil penyelidikan. "Mohon waktu ya. Kami rencana akan release," ujarnya, Kamis (6/8).
Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (1/8) itu melibatkan sebuah mobil pikap dan truk tangki. Tujuh orang meninggal dunia, terdiri atas lima mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta sopir truk tangki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan mahasiswa bersama anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi sedang menuju kawasan wisata Sungai Alut menggunakan mobil pikap milik desa. Di tengah perjalanan, kendaraan tersebut bertabrakan dengan truk tangki. Penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Di sisi lain, PT Kharisma Kaisar Batulicin membenarkan truk tangki yang terlibat kecelakaan merupakan armada milik perusahaan. Namun, saat kejadian kendaraan itu dikemudikan bukan oleh sopir resmi, melainkan anak sopir yang sehari-hari bekerja sebagai kernet.
Perusahaan menyatakan pergantian pengemudi dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Menurut perusahaan, kendaraan pengangkut bahan bakar hanya boleh dikemudikan oleh sopir yang memiliki sertifikasi dan kompetensi sesuai ketentuan.
Editor : Arif Subekti