PT Kharisma Akui Truk Maut di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru Dikemudikan Anak Sopir, Bukan Sopir Resmi

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:01 WIB

 

EVAKUASI: Truk tangki milik PT Kharisma Kaisar Batulicin yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru masih berada di lokasi kejadian. Stiker identitas perusahaan pada sisi tangki sudah tidak terlihat. (Foto: PKJR Tanah Bumbu untuk Radar Banjarmasin)
EVAKUASI: Truk tangki milik PT Kharisma Kaisar Batulicin yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru masih berada di lokasi kejadian. Stiker identitas perusahaan pada sisi tangki sudah tidak terlihat. (Foto: PKJR Tanah Bumbu untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – PT Kharisma Kaisar Batulicin mengakui truk tangki yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru merupakan armada milik perusahaan. Namun, saat insiden terjadi, kendaraan tersebut tidak dikemudikan sopir resmi perusahaan, melainkan anak sopir yang sehari-hari bekerja sebagai kernet.

Fakta itu diungkapkan General Manager PT Kharisma Kaisar Batulicin, Muhamat Faizal. Menurut dia, perusahaan baru mengetahui adanya pergantian pengemudi setelah kecelakaan terjadi.

"Ini saya baru tahu setelah kejadian," kata Faizal kepada Radar Banjarmasin, Selasa (4/8).

Kecelakaan di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Sabtu (1/8), itu melibatkan truk tangki dan mobil pikap. Tabrakan tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk lima mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN). Satu korban lainnya adalah pengemudi truk tangki, M Ilyas.

Pergantian Pengemudi Diakui Melanggar SOP

Faizal mengatakan, setelah menerima kabar kecelakaan, dirinya langsung meminta penjelasan kepada sopir resmi yang selama ini bertugas mengoperasikan armada tersebut.

Dari keterangan yang diterimanya, sopir tidak dapat mengemudi karena mengalami sakit gigi. Posisinya kemudian digantikan oleh anaknya yang selama ini ikut bekerja sebagai kernet.

"Setiap ada pengiriman, mereka selalu berangkat berdua," ujarnya.

Menurut Faizal, sebelum armada diberangkatkan seluruh kendaraan wajib menjalani Pemeriksaan dan Pengecekan Harian (P2H) untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan aman dioperasikan.

Namun, pergantian pengemudi dilakukan setelah pemeriksaan selesai tanpa sepengetahuan manajemen perusahaan.

Faizal menegaskan tindakan tersebut bertentangan dengan standar operasional perusahaan.

"Pergantian ini di luar SOP kita. Seandainya dari awal ada pembicaraan, kan bisa ganti sopir," katanya.

Ia menjelaskan, kendaraan pengangkut bahan bakar hanya boleh dikemudikan sopir yang memiliki sertifikasi serta kompetensi sesuai ketentuan perusahaan.

Stiker Identitas Perusahaan Hilang

Selain persoalan pengemudi, Faizal juga menanggapi hilangnya stiker identitas perusahaan yang sebelumnya terpasang di sisi kanan dan kiri tangki.

Sebelum kecelakaan, armada tersebut menggunakan stiker bertuliskan Kaisar Group sebagai identitas kendaraan milik PT Kharisma Kaisar Batulicin.

Namun, saat proses evakuasi berlangsung, stiker itu sudah tidak terlihat.

Faizal mengaku tidak mengetahui bagaimana stiker tersebut bisa hilang.

Menurut dia, ketika menerima informasi kecelakaan, fokus utama perusahaan adalah menyelamatkan sopir truk yang menjadi korban. Sementara penanganan kendaraan sepenuhnya diserahkan kepada Satlantas Polres Tanah Bumbu.

"Arahan saya cuma satu, selamatkan teman kita (Ilyas) terlebih dahulu," ujarnya.

Polisi Sempat Menanyakan Stiker

Faizal mengatakan pihak kepolisian juga sempat meminta penjelasan mengenai hilangnya stiker identitas perusahaan.

Namun, ia mengaku tidak dapat memberikan jawaban karena tidak mengetahui kejadian di lokasi.

"Di lokasi banyak orang, sinyal juga sulit. Kalau memang ada yang mencopot stiker itu dan sempat direkam, mungkin bisa diketahui. Tapi sampai sekarang tidak ada rekamannya," katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan video yang diterimanya dari sopir perusahaan lain yang berada di lokasi, stiker perusahaan masih terlihat terpasang sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Karena itu, ia tidak dapat memastikan kapan maupun bagaimana stiker tersebut hilang.

"Jadi saya tidak bisa jawab, karena saya tidak tahu," tutupnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
PT Kharisma Kaisar Batulicin kecelakaan truk tangki Jalan Alternatif Batulicin Banjarbaru sopir truk tangki hilangnya stiker perusahaan