RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu mencatat dua kejadian kebakaran lahan dalam tiga bulan terakhir.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, dan Polewali, Kecamatan Batulicin, itu berhasil dikendalikan sehingga api tidak meluas.
Kepala BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, mengatakan kedua kejadian tersebut menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
"Api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas. Namun, kondisi ini tetap harus diwaspadai karena musim kemarau masih berlangsung," ujar Sulhadi.
Menurut dia, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 1 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi.
BPBD juga memperkuat patroli, menyiagakan personel dan peralatan, serta meningkatkan koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan relawan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sulhadi menambahkan, hampir separuh wilayah Tanah Bumbu tergolong rawan karhutla. Kawasan tersebut tersebar di Kecamatan Batulicin, Simpang Empat, Mantewe, Kusan Hulu, Teluk Kepayang, Kusan Tengah, dan Satui yang didominasi kawasan hutan serta lahan kering dan gambut.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca kering disertai angin kencang.
Editor : Arif Subekti