Kasat Polairud Tanah Bumbu Ingatkan Bahaya Destructive Fishing, Ajak Masyarakat Laporkan Pelaku

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 14:27 WIB
JAGA LAUT: Pemancing mengikuti kampanye pelestarian ekosistem laut di perairan Tanah Bumbu. Ajak masyarakat menolak praktik destructive fishing. (Foto: Alfi untuk Radar Banjarmasin)
JAGA LAUT: Pemancing mengikuti kampanye pelestarian ekosistem laut di perairan Tanah Bumbu. Ajak masyarakat menolak praktik destructive fishing. (Foto: Alfi untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kasat Polairud Polres Tanah Bumbu, Ipda Akhmad Ubaidillah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak karena dapat mengancam kelestarian ekosistem perairan.

Menurut Ubaidillah, praktik seperti menyetrum, mengebom, dan meracun ikan tidak hanya membunuh ikan yang menjadi target tangkapan, tetapi juga mematikan induk, anakan, hingga telur ikan yang menjadi penopang keberlanjutan populasi. "Kita ini pencinta sungai dan laut. Karena cinta, kita harus jaga," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para pemancing, untuk ikut menjaga kelestarian sungai dan laut di Kabupaten Tanah Bumbu dengan tidak melakukan, maupun mendukung praktik penangkapan ikan yang merusak.

Ubaidillah juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan dugaan praktik illegal fishing agar dapat ditindak sesuai ketentuan hukum. "Mari kita lestarikan. Kalau melihat ada pelaku illegal fishing, jangan ragu lapor. Biar ditindak sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Selain mengingatkan soal kelestarian perairan, Ubaidillah juga menyoroti meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca panas yang melanda Kalimantan Selatan.

Ia mengimbau masyarakat, termasuk para pemancing yang beraktivitas di darat, tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.

"Untuk kawan-kawan pemancing di darat, tolong jangan buang puntung rokok sembarangan. Satu puntung bisa membakar hutan. Hobi kita jangan jadi bencana," katanya.

Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan perairan dan mencegah kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar sumber daya alam tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Editor : Arif Subekti
bahaya destructive mengajak warga melaporkan pelakunya mengimbau mencegah karhutla