Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ketua RT Beber Fakta di Balik Video Viral Bersimbah Darah di Sungai Andai

Maulana Radar Banjarmasin • Minggu, 19 Juli 2026 | 02:59 WIB

KONTRAKAN: Rumah kontrakan di Jalan Padat Karya, Sungai Andai, yang menjadi lokasi pesta minuman oplosan sebelum terjadi aksi pengamukan dan perusakan. (Foto: Maulana)
KONTRAKAN: Rumah kontrakan di Jalan Padat Karya, Sungai Andai, yang menjadi lokasi pesta minuman oplosan sebelum terjadi aksi pengamukan dan perusakan. (Foto: Maulana)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Video memperlihatkan bercak darah di dalam sebuah rumah di Jalan Padat Karya, Kompleks Herlina Blok Batu Virus RT 46, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, viral di media sosial, Sabtu (18/7/2026) sore. Video itu memicu kabar adanya perkelahian menggunakan senjata tajam hingga menewaskan seseorang.

 

Namun, Ketua RT 46 Sungai Andai, Mugeni, memastikan informasi tersebut tidak benar. Ia menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa itu.

"Memang benar ada peristiwa, tapi bukan seperti yang dikabarkan. Dan tidak ada yang meninggal dunia," tegas Mugeni.

Luka Akibat Menyayat Diri Sendiri

Mugeni menjelaskan, seorang pria berinisial UF yang sempat dilarikan ke rumah sakit mengalami luka di jari tangannya bukan karena diserang orang lain.

Menurutnya, luka tersebut terjadi setelah UF menyayat jarinya sendiri menggunakan senjata tajam.

"Bukan karena dilukai orang lain. Dia sendiri yang melukai jarinya dengan sajam," jelasnya.

Ia mengatakan, darah yang terlihat berceceran di dalam rumah berasal dari luka UF yang terus mengeluarkan darah meski telah diperban.

Berawal dari Pesta Minuman Oplosan

Peristiwa bermula ketika WH (24), warga pendatang yang sekitar enam bulan mengontrak bersama ayahnya di kawasan tersebut, diduga menggelar pesta minuman oplosan berjenis alkohol bersama rekannya.

Dalam kondisi mabuk, WH disebut kembali mengamuk hingga membuat warga sekitar resah.

Melihat situasi itu, UF yang mengaku sebagai saudara angkat WH berusaha menenangkan dengan cara yang nekat.

"UF bilang, daripada kamu terus mengamuk dan membuat warga resah, lebih baik saya yang melukai diri sendiri. Lalu dia menyayat kedua jarinya," tutur Mugeni.

Warga Ketakutan karena Pelaku Membawa Mandau

Setelah melihat UF terluka, WH panik dan berusaha mencari bantuan.

Ia mendatangi rumah-rumah warga sambil membawa mandau untuk meminta pertolongan agar UF dibawa ke rumah sakit.

Namun, warga memilih menjauh karena takut melihat WH membawa senjata tajam.

"Dia datang ke rumah saya sambil membawa mandau meminta tolong agar UF dibawa ke rumah sakit. Karena membawa sajam, saya tidak berani mendekat," katanya.

Sempat Merusak Rumah Warga

Selain membawa senjata tajam, WH juga sempat mengejar seorang warga bernama Basir (21). Beruntung, Basir berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri melalui pintu belakang rumah.

Karena tidak berhasil menemukan Basir, WH diduga melampiaskan emosinya dengan merusak rumah korban.

Dinding berbahan plywood jebol, lemari rusak, dan sejumlah barang di dalam kamar turut berantakan.

"Untung Basir cepat lari. Istrinya yang berada di dalam kamar juga tidak sampai menjadi korban. Warga yang mencoba menenangkan pun sempat menjadi sasaran," ujar Mugeni.

Sudah Berulang Kali Meresahkan Warga

Mugeni mengungkapkan, aksi WH bukan kali pertama terjadi.

Ia menyebut pria tersebut kerap membuat keresahan ketika berada di bawah pengaruh minuman keras.

"Kalau mabuk pasti mengamuk. Tiga hari sebelum kejadian dia juga memecahkan kaca rumah warga. Dia sering membawa sajam dan membuat kami takut," ungkapnya.

Menurut Mugeni, dirinya telah beberapa kali menegur WH saat dalam kondisi sadar.

Bahkan, pemilik rumah kontrakan juga telah diminta lebih selektif menerima penyewa agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kasihan warga di sini yang terus dibuat resah," katanya.

Warga Keluhkan Lambatnya Respons Petugas

Persoalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam forum kelurahan bersama Bhabinkamtibmas.

Saat itu warga diminta menghubungi layanan darurat 110 apabila WH kembali mengamuk.

Namun, Mugeni menilai respons petugas saat kejadian berlangsung cukup lambat.

"Saya menelepon sekitar pukul 15.00 Wita, tetapi petugas tidak kunjung datang. Setelah saya hubungi lagi dan menghubungi Bhabinkamtibmas, barulah anggota datang sekitar pukul 18.00 Wita," keluhnya.

Warga Berharap Diproses Hukum

Usai kejadian, warga berharap WH diproses sesuai hukum yang berlaku karena diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam serta merusak rumah warga.

Korban perusakan disebut telah membuat laporan ke Polsek Banjarmasin Utara.

"Informasinya hanya diamankan 1x24 jam karena katanya belum memenuhi unsur. Padahal warga sudah sangat resah dengan ulahnya," pungkas Mugeni.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polsek Banjarmasin Utara terkait penanganan kasus tersebut. Sementara itu, WH diketahui masih diamankan di kantor polisi. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Sungai Andai Banjarmasin video viral Sungai Andai Ketua RT Sungai Andai pengamukan warga Banjarmasin polsek banjarmasin utara