RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru terus meluas seiring memasuki pertengahan tahun 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat, hingga Rabu (15/7), total luasan lahan yang hangus terbakar telah menembus 200,06 hektare dari total 49 kejadian kebakaran yang tersebar di lima kecamatan sejak Januari sampai Juli 2026.
Dari total luasan lahan yang terbakar tersebut, luasan area yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan baru mencapai sekitar 45,14 hektare.
Kecamatan Liang Anggang menjadi wilayah dengan dampak kerusakan terparah, di mana api menghanguskan sedikitnya 72,4 hektare lahan vegetasi semak belukar meskipun hanya mencatat 6 titik kejadian.
Sementara itu, intensitas kejadian tertinggi justru berada di Kecamatan Cempaka dengan total 17 kasus kebakaran yang menghanguskan 46,4 hektare lahan. Disusul oleh Kecamatan Landasan Ulin dengan 16 kejadian (21,59 hektare), Banjarbaru Utara 6 kejadian (58,87 hektare), dan Banjarbaru Selatan 4 kejadian (0,80 hektare).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengungkapkan bahwa mayoritas pemicu kebakaran didominasi oleh faktor cuaca panas yang ekstrem serta adanya aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat secara ilegal.
"Kami terus menyiagakan personel pusdalops di titik-titik rawan. Cuaca kering yang disertai angin kencang mempercepat perambatan api pada lahan mineral bervegetasi semak belukar. Kami mengimbau keras agar warga tidak melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan api," ujar Harun saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).
Upaya pemadaman di lapangan kerap menghadapi kendala akses jalan yang sulit ditembus armada tangki serta minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Selain data visual lapangan, ancaman karhutla diperkuat oleh deteksi penginderaan jauh.
Berdasarkan data rekapitulasi Pusdalops BPBD Banjarbaru, pantauan satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 mendeteksi adanya 15 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium di wilayah Banjarbaru.
Sebaran titik panas tersebut terkonsentrasi di wilayah rawan, yakni 5 titik di Kecamatan Cempaka (Kelurahan Cempaka dan Sungai Tiung), 5 titik di Kecamatan Landasan Ulin (Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur, dan Syamsudin Noor), 4 titik di Kecamatan Liang Anggang (didominasi Landasan Ulin Selatan), serta 1 titik di Banjarbaru Utara (Sungai Ulin).
Hingga saat ini, BPBD Banjarbaru bersama TNI, Polri, dan relawan pemadam kebakaran terus melakukan patroli darat secara intensif untuk penanganan Karhutla agar tidak semakin meluas ke area permukiman warga.
Editor : Arif Subekti