RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Warga Gang Nila, Jalan Tembus Perumnas, Banjarmasin Utara, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar indekos, Selasa (14/7/2026) malam.
Korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk. Saat pintu kamar dibuka, jasad berada dalam posisi tengkurap dan ruangan dipenuhi lalat dengan aroma menyengat.
Berdasarkan identitas pada kartu tanda penduduk (KTP), korban diketahui bernama H Wahdani (55), warga Jalan Gatis I, Kompleks Jati Wangi Blok B RT 7, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
Penghuni Curiga Korban Tak Keluar Kamar
Korban pertama kali ditemukan setelah penghuni indekos lain merasa curiga karena sudah beberapa hari tidak melihatnya keluar kamar.
Anak pemilik indekos, Resti (25), mengatakan dirinya mendapat laporan dari penghuni lain bahwa korban tidak lagi terlihat beraktivitas. Belakangan, warga juga mulai mencium bau busuk dari arah kamar korban.
"Begitu mendapat kabar, saya langsung mengecek. Kebetulan pintu kamar tidak terkunci. Saat dibuka, langsung tercium bau busuk yang sangat menyengat," ujar Resti di lokasi.
Menurut keterangan penghuni, sekitar lima hari terakhir korban tidak pernah terlihat keluar kamar. Mereka semula tidak menyangka aroma tidak sedap tersebut berasal dari jasad korban.
Tinggal Sendiri Sejak Istri Meninggal
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Resti menuturkan, korban bekerja di kapal, meski dirinya tidak mengetahui jabatan yang diemban. Wahdani mulai menyewa kamar indekos tersebut sejak Maret 2026.
Korban diketahui tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia. Biaya sewa kamar sebesar Rp650 ribu per bulan, sudah termasuk listrik dan air bersih.
"Korban tinggal sendirian setelah istrinya meninggal dunia. Biaya sewa kamarnya Rp650 ribu per bulan, sudah termasuk listrik dan PDAM," katanya.
Sempat Mengeluhkan Kondisi Kesehatan
Resti mengaku terakhir berbincang dengan korban pada 28 Juni 2026.
Saat itu, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang terus menurun, terutama sesak napas yang tidak kunjung membaik.
Korban bahkan sengaja tidak mengunci pintu kamar sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu mengalami kondisi darurat.
"Korban pernah bilang kalau dia sakit-sakitan. Bahkan pintu sengaja tidak dikunci karena khawatir kalau terjadi sesuatu. Katanya sesak napasnya tidak kunjung sembuh," tuturnya.
Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Banjarmasin Utara bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam kamar, di antaranya beberapa jenis obat-obatan generik yang diduga dikonsumsi korban.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Kamar Pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. (*)
Editor : M. Ramli Arisno