RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Kasus kebakaran di Kabupaten Tanah Bumbu masih menjadi ancaman serius. Hingga akhir semester I 2026, Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu mencatat sudah terjadi 41 kasus kebakaran.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 lalu jumlah kebakaran mencapai 64 kejadian. Data tersebut mendorong petugas mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar angka kebakaran dapat ditekan.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Siti Aisyah, mengatakan sosialisasi akan difokuskan pada langkah-langkah pencegahan, penanganan awal saat kebakaran, serta penyebarluasan nomor layanan pemadam kebakaran.
Menurutnya, lebih dari 90 persen kebakaran di Tanah Bumbu dipicu oleh korsleting listrik. Penyebab utamanya adalah instalasi listrik yang sudah lama terpasang tetapi tidak pernah diperiksa maupun dirawat secara berkala.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin mengecek instalasi listrik di rumah, mengganti kabel atau komponen yang rusak, serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Jika kebakaran terjadi, warga diminta tetap tenang, menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) apabila tersedia, segera memutus aliran listrik, serta mengutamakan keselamatan diri dan penyelamatan dokumen penting.
"Kadang-kadang masih ada warga yang bertahan di dalam rumah saat kebakaran. Seharusnya segera menyelamatkan diri karena petugas akan secepatnya datang," ujar Siti Aisyah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun di lokasi kebakaran karena dapat menghambat proses pemadaman sekaligus membahayakan keselamatan jika api kembali membesar.
"Kami juga ingin melindungi masyarakat agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto