RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Dewi Fitriani (44), sudah sepekan meninggal akibat dugaan tabrak lari di Jalan Brigjen Hasan Basry, Banjarmasin Utara. Kini, kasus tersebut mulai menunjukkan perkembangan.
Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin menyebutkan, pengemudi beserta mobil yang diduga menabrak korban telah diamankan di Satlantas Polresta Banjarmasin sejak Selasa (7/7) malam.
Namun hingga Kamis (9/7), kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono belum memberikan tanggapan.
Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Petugas DLH Banjarmasin
Mobil Diduga Sudah Diamankan
Sebelumnya, Satlantas Polresta Banjarmasin sempat menjadwalkan rilis kasus pada Rabu (8/7) sore. Namun agenda tersebut dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada Kamis (9/7). Hingga sore hari, rilis kembali tidak terlaksana.
Pantauan Radar Banjarmasin pada Rabu (8/7) menunjukkan sejumlah petugas memeriksa sebuah Suzuki Ertiga bernomor polisi DA 1438 CC yang diduga digunakan dalam peristiwa tabrak lari tersebut.
Sekitar pukul 16.00 Wita, mobil itu masih terparkir di halaman belakang Mapolresta Banjarmasin, tepatnya di area Satlantas.
Keesokan harinya, Kamis (9/7) sekitar pukul 15.00 Wita, kendaraan tersebut sempat tidak terlihat di lokasi. Namun sekitar dua jam kemudian, mobil kembali terparkir di tempat yang sama setelah Radar Banjarmasin menanyakan keberadaannya kepada salah seorang anggota Satlantas.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, Kasat Lantas AKP Embang Pramono belum mengonfirmasi apakah kendaraan maupun pengemudi yang diduga terlibat memang telah diamankan.
Keluarga Berharap Proses Transparan
Ibu korban mengaku baru mengetahui kabar dugaan diamankannya pelaku dari anak laki-lakinya dan cucunya, yang merupakan anak almarhumah Dewi.
"Katanya ada penyidik polisi lalu lintas yang memberi kabar kalau pelakunya sudah dapat. Saya tidak tahu siapa orangnya dan dari mana asalnya. Saya cuma tahu mobilnya Suzuki Ertiga," ujarnya.
Pihak keluarga berharap kepolisian segera menuntaskan proses hukum secara transparan.
"Kalau memang sudah ditemukan, kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai prosesnya berlarut-larut atau ada hal-hal yang tidak kami inginkan. Kami percaya prosesnya ditangani polisi," harapnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno