RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Aktivitas menjala ikan yang biasa dilakukan warga Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar mendadak berubah menjadi ketegangan.
Seorang nelayan tanpa sengaja mengangkat sebuah mortir aktif dari dasar sungai menggunakan jaringnya pada Selasa (23/6/2026) siang sekitar pukul 14.20 WITA.
Kapolres Banjarbaru melalui Kapolsek Aluh-Aluh, Ipda Junaedi saat dikonfirmasi Kamis (25/6/2026) membenarkan adanya peristiwa mendebarkan tersebut.
"Penemuan bermula saat nelayan berangkat ke sungai menggunakan perahu motor atau klotok. Sesampainya di titik sasaran, nelayan tersebut langsung menebar jaringnya hingga menyentuh dasar sungai. Namun, saat hendak menarik jaring kembali ke atas klotok, ia merasakan kejanggalan," katanya.
Beban jaring tersebut, kata Kapolsek Aluh-aluh terasa jauh lebih berat dari biasanya saat jaring berhasil terangkat ke permukaan, bukan ikan besar yang didapat, melainkan sebutir amunisi militer berukuran besar.
"Sempat dibawa ke rumah karena ketidaktahuan, namun segera menyadari bahaya benda tersebut dan langsung melaporkan temuan ini kepada Ketua RT setempat serta Bhabinkamtibmas," ucapnya.
Mendapat laporan darurat, Ipda Junaedi langsung menginstruksikan personel Polsek Aluh-Aluh untuk bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan memasang garis pengaman.
"Setelah dilakukan TPTKP, anggota di lapangan langsung berkoordinasi dan menghubungi piket Unit Gegana Sat Brimobda Kalsel untuk melakukan sterilisasi area," ujar Ipda Junaedi.
Mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi, tim penjinak bom dari Sat Brimobda Kalsel memutuskan untuk segera mengevakuasi benda yang diduga kuat merupakan mortir kaliber 81 tersebut.
"Langkah pemusnahan (disposal) kemudian dilakukan di lokasi yang jauh dari pemukiman warga demi menjamin keamanan masyarakat," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan dan pengukuran fisik di lapangan, Junaedi menyebut barang tersebut merupakan sebuah Mortir dengan berat 3.214 Gram (3,2 Kg), Diameter 8,1 Cm, Panjang 33 Cm.
"Dugaan awal, milik militer peninggalan era Perang Dunia II. Saat ini kepemilikan pasti dari senjata militer lawas tersebut masih belum diketahui. Namun, dugaan kuat mengarah pada sisa-sisa amunisi peninggalan perang zaman dulu yang terendam di dasar sungai selama puluhan tahun," ucapnya.
Proses pengamanan dan sterilisasi di lokasi kejadian berlangsung ketat dan kondusif dengan melibatkan unsur gabungan.
Editor : M Oscar Fraby