Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPBD Tanah Bumbu Petakan Tujuh Kecamatan Rawan Karhutla Saat Kemarau 2026

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:55 WIB
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan untuk mencegah api meluas saat musim kemarau di Kabupaten Tanah Bumbu. (Foto: BPBD Tanah Bumbu)
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan untuk mencegah api meluas saat musim kemarau di Kabupaten Tanah Bumbu. (Foto: BPBD Tanah Bumbu)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu menetapkan sejumlah wilayah sebagai zona rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Penetapan dilakukan berdasarkan pemetaan risiko serta riwayat kejadian kebakaran di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Bumbu, Christina Dewi Untari, mengatakan wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tengah. 

"Dua wilayah itu memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kering," katanya. 

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut lebih sulit ditangani karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar untuk pemadaman.

Selain itu, BPBD juga memetakan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin sebagai wilayah berisiko tinggi karena terdapat lahan kosong yang berdekatan dengan kawasan permukiman. Sementara Kecamatan Satui, Angsana, dan Sungai Loban masuk kategori rawan akibat tingginya aktivitas pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan.

Untuk mengantisipasi karhutla, BPBD memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Sejumlah peralatan pemadaman, seperti mobil tangki air, mesin pompa portabel, dan pompa jinjing telah disiagakan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

BPBD juga menyiapkan posko siaga di wilayah rawan guna mempercepat respons penanganan apabila terjadi kebakaran.

Christina mengatakan pemerintah daerah akan mengusulkan peningkatan status penanganan apabila jumlah titik api meningkat dan kemampuan penanganan daerah tidak lagi mencukupi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat, termasuk bantuan helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

Editor : Arif Subekti
#kawasan rawan karhutla #Tanah Bumbu #batulicin